Sabtu, 08 November 2025

“Judheg” (2025): Cinta, Tanggung Jawab, dan Pengorbanan

 


“Judheg” (2025): Cinta, Tanggung Jawab, dan Pengorbanan

Judheg” bukan sekadar kisah tentang pernikahan muda. Ia adalah potret kejujuran seorang perempuan dalam menapaki peran sebagai ibu di usia belia—di antara cinta yang hangat, tanggung jawab yang berat, dan pengorbanan yang sering sunyi.

Film ini menggugah perasaan dengan cara yang lembut namun menghunjam. Di balik cerita yang mengharukan, “Judheg” menyoroti pentingnya ASI (air susu ibu) sebagai simbol kasih sayang dan kekuatan seorang perempuan muda yang berjuang memberi kehidupan terbaik bagi buah hatinya, meski dalam segala keterbatasan.

Lebih dari itu, “Judheg” membuka ruang dialog tentang hal-hal yang sering kita abaikan: kesiapan fisik dan mental remaja menghadapi pernikahan, tumbuh kembang anak, hingga arti dukungan keluarga dan lingkungan yang bisa menentukan masa depan seorang ibu muda.

Kisahnya dekat dengan kehidupan nyata, emosinya jujur dan kuat, dan pesannya meninggalkan bekas.
Film ini bukan hanya untuk ditonton, tapi untuk direnungkan—karena di balik setiap keputusan hidup, selalu ada perjuangan yang tak kasatmata.

“Judheg” tayang perdana Desember 2025 dalam JAFF Film Festival.
Mulai rasakan getar kisahnya sejak sekarang.

#JudhegTheMovie #FilmIndonesia #PernikahanDini #ASIeksklusif #IbuMudaBerdaya #CintaDanTanggungJawab

Sabtu, 01 November 2025

Harmoni (2025): Surat Terbuka untuk Sang Penjaga Keseimbangan

 

Poster Film "Harmoni" - Rekam Film

Harmoni (2025): Surat Terbuka untuk Sang Penjaga Keseimbangan

Oleh: Toto Endargo

Kepada Yuda Kurniawan,
sang perekam kesunyian yang berbicara lewat gambar,

Terima kasih sudah menghadirkan Harmoni (2025), sebuah film yang bukan sekadar kisah dua petani, tetapi dua cermin kehidupan yang memantulkan wajah kita sendiri — manusia yang sering lupa caranya hidup berdampingan dengan alam.

Di Pulau Nusa Lembongan, Bali, ada Made, petani rumput laut yang masih bertahan di tengah gelombang pariwisata.
Di Desa Saritani, Gorontalo, ada Tuwarno, petani jagung yang menatap langit kering dan membaca bintang dengan tradisi Panggoba.
Dua manusia dari dua tanah berbeda, namun mereka memanggul beban yang sama: perubahan zaman yang mengguncang keseimbangan alam.

Selasa, 28 Oktober 2025

“Satu Nusa Satu Bangsa”: Puisi Persatuan untuk Menyambut Hari Sumpah Pemuda

 

Satu Nusa Satu Bangsa

“Satu Nusa Satu Bangsa”: Puisi Persatuan untuk Menyambut Hari Sumpah Pemuda

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda — momen bersejarah ketika para pemuda dari berbagai penjuru nusantara menyatakan diri sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa.

Dalam gema semangat itu, lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” ciptaan Liberty Manik menjadi salah satu karya yang paling mampu menangkap ruh Sumpah Pemuda dalam bentuk musikal dan puitis.

Lagu ini sering terdengar dalam upacara, sekolah, dan perayaan kenegaraan. Namun, di balik kesederhanaan nadanya, tersimpan bahasa yang dalam, nyaris mistis, yang menyatukan cinta, harapan, dan janji kebangsaan.

Rabu, 06 Agustus 2025

Membaca Serat Sejarah Babad Onje

 

Membaca Serat Sejarah Babad Onje - ChatGPT

Membaca Serat Sejarah Babad Onje

Oleh: Toto Endargo, Peminat Budaya

Babad Onje: Onje Lahir dari Laku - Kiyai Tepus Rumput dan Titah Sultan Pajang

Oleh: Toto Endargo - Membaca Serat Sejarah Babad Onje (1)

Di lereng timur Gunung Slamet, ada satu nama yang tak pernah hilang dari ingatan sejarah Purbalingga - Banyumas: Onje. Banyak orang mengenalnya sebagai desa tua dengan jejak kadipaten, tetapi Punika Serat Sejarah Babad Onje menyimpan lapisan yang lebih dalam. Di halaman awal naskah itu, kita bertemu seorang pertapa, sebuah titah raja, dan wejangan yang menyatukan tanah, tahta, dan sukma.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Membaca Jejak Kadipaten Onje dari Kyai Tepus Rumput sampai Kyai Yudantaka

  

Makam Raden Adipati Anyakrapati di Onje - Toto Endargo

Membaca Jejak Kadipaten Onje dari Kyai Tepus Rumput sampai Kyai Yudantaka

1.     Babad Onje: Membaca Jejak Legitimasi Pajang di Tanah Onje

Teks Babad Onje yang beredar di kalangan masyarakat Onje dan sekitarnya sering disebut sebagai “Punika Serat Sejarah Babad Onje” Baris pembukanya berbunyi jelas:

Rabu, 16 Juli 2025

Mengenal Tugu Juang di Desa Blater – Catatan Bapak Soeparno

 

 MENGENAL TUGU JUANG DI DESA BLATER – CATATAN BAPAK SOEPARNO

Catatan sejarah ini ditulis oleh Bapak Soeparno Penilik Kebudayaan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kalimanah, Tahun 1988, dan diberi judul “MENGENAL TUGU JUANG DI DESA BLATER”

Selasa, 15 Juli 2025

Benteng Missier dan Pager Banawaty: Dua Lapisan Pertahanan di Onje (1681)

 


Benteng Missier dan Pager Banawaty: Dua Lapisan Pertahanan di Onje (1681)

Pada akhir abad ke‑17, wilayah barat daya Banyumas menjadi salah satu titik strategis dalam perebutan pengaruh antara VOC dan kekuatan‑kekuatan lokal Jawa. Kawasan Onje, yang terletak di tepi Sungai Klawing, dikenal masyarakat setempat sebagai pusat Kadipaten dengan sistem pertahanan tradisional yang disebut Pager Banawaty. Struktur ini berupa benteng bumi dengan parit melingkar dan dinding tanah yang mengelilingi permukiman inti kadipaten, khas pertahanan lokal Jawa pada masa itu.

Jumat, 04 Juli 2025

Stop Bullying Sekolah: Saatnya Kita Bela Institusi Pendidikan

 Stop Bullying Sekolah: Saatnya Kita Bela Institusi Pendidikan

Oleh: Toto Endargo

Kita semua sepakat: bullying itu berbahaya. Itulah mengapa kampanye Stop Bullying digalakkan di sekolah-sekolah — demi melindungi siswa dari kekerasan psikologis dan sosial.

Tapi, ada satu bentuk bullying yang kerap diabaikan: bullying terhadap sekolah itu sendiri.

Di era digital, sebuah unggahan sepihak bisa meluluhlantakkan nama baik sebuah sekolah. Tanpa klarifikasi, tanpa data, hanya berdasarkan narasi personal yang kemudian diviralkan. Komentar netizen pun datang berbondong-bondong, menekan, menghujat, bahkan menuntut sanksi — tanpa proses, tanpa tabayyun.

Kisah Jataka: Cerita-Cerita Moral dan Spiritual Menggambarkan Kehidupan Sang Buddha

 Kisah Jataka: Cerita-Cerita Moral dan Spiritual Menggambarkan Kehidupan Sang Buddha

Jataka Tales atau Kisah Jataka adalah cerita-cerita moral dan spiritual yang menggambarkan kehidupan Sang Buddha dalam berbagai reinkarnasi — bisa sebagai manusia, hewan, atau makhluk lain.

Terdapat 547 hingga 550 kisah Jataka dalam tradisi Theravada (Pali Canon), dan masing-masing mengandung pesan moral atau nilai kebajikan seperti kemurahan hati, kebijaksanaan, dan pengorbanan.

Runtuhnya Raja Namrud dari Salinga

 

RUNTUHNYA RAJA NAMRUD DARI SALINGA

Sebuah cerita yang diambil dari kisah perselisihan antara Pangeran Puger di Pleret dengan Amangkurat II di Kartasura hingga runtuhnya Benteng Mesir dan tewasnya Raja Namrud dari Salinga (Slinga), sebuah wilayah di sekitar Desa Onje, Mrebet, Purbalingga.

Perselisihan Pleret - Kartasura

Pangeran Puger adalah penguasa di Keraton Pleret, telah berselisih dengan kakaknya yang bernama Raden Mas Rahmat, raja di Kerajaan Kartasura. Raden Mas Rahmat bergelar Amangkurat II, dikenal juga dengan nama Sunan Amral karena suka memakai pakaian model Admiral (Laksamana) Belanda.