Jumat, 29 Mei 2026

Jejak Jayengresmi dalam Babad Cahyana

 


Jejak Jayengresmi dalam Babad Cahyana

Membaca Kemiripan Kisah Serat Centhini dan Tradisi Syekh Jambukarang

Oleh: Toto Endargo

Dalam khazanah sastra Jawa, sering kali sebuah cerita tidak benar-benar lahir dari peristiwa yang sesungguhnya. Sebuah babad kadang tumbuh dari cerita yang lebih tua, lalu mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan zaman, wilayah, maupun corak keyakinan masyarakat pendukungnya. Nama tokohnya berubah, tempatnya berganti, tetapi pola ceritanya tetap meninggalkan jejak.

Kemungkinan seperti itulah yang menarik ketika membaca kisah Raden Jayengresmi dalam Serat Centhini dan membandingkannya dengan kisah Pangeran Jambu Karang dalam Babad Cahyana. Dua cerita ini memiliki kemiripan yang terlalu rinci untuk sekadar disebut kebetulan biasa.

Bukan hanya sama-sama bercerita tentang tokoh sakti dan proses Islamisasi, tetapi bahkan urutan adegan, bentuk adu kesaktian, hingga simbol-simbol yang digunakan tampak hampir serupa.

Selasa, 05 Mei 2026

Arif, Pertemuan yang Tak Terduga

 


 Cerita Pendek

Arif, Pertemuan yang Tak Terduga

Barangkali setiap orang punya satu nama yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Bukan karena ia paling penting, bukan juga karena pernah menjadi siapa-siapa—melainkan karena ia selalu muncul di waktu yang tak terduga, seperti halaman yang berkali-kali terbuka sendiri.

Bagiku, nama itu adalah Arif. Kami sebenarnya sudah saling mengenal sejak SMP. Ia kakak kelas—kelas tiga, sementara aku masih kelas satu. Kami tidak dekat. Tidak pernah benar-benar berbincang lama. Tapi aku mengenalnya sebagai salah satu wajah yang akrab di koridor sekolah—yang kadang lewat, kadang menyapa seperlunya, lalu hilang di antara keramaian.