Jejak Jayengresmi dalam Babad Cahyana
Membaca Kemiripan Kisah Serat Centhini dan Tradisi Syekh Jambukarang
Oleh: Toto Endargo
Dalam khazanah sastra Jawa, sering kali sebuah cerita tidak benar-benar lahir dari peristiwa yang sesungguhnya. Sebuah babad kadang tumbuh dari cerita yang lebih tua, lalu mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan zaman, wilayah, maupun corak keyakinan masyarakat pendukungnya. Nama tokohnya berubah, tempatnya berganti, tetapi pola ceritanya tetap meninggalkan jejak.
Kemungkinan seperti itulah yang menarik ketika membaca kisah Raden Jayengresmi dalam Serat Centhini dan membandingkannya dengan kisah Pangeran Jambu Karang dalam Babad Cahyana. Dua cerita ini memiliki kemiripan yang terlalu rinci untuk sekadar disebut kebetulan biasa.
Bukan hanya sama-sama bercerita tentang tokoh sakti dan proses Islamisasi, tetapi bahkan urutan adegan, bentuk adu kesaktian, hingga simbol-simbol yang digunakan tampak hampir serupa.

