JATISABA NAN KLASIK
Toto Endargo
Naskah awal dari Mas Anifuddin Azis
Kisah Klasik untuk Masa Depan (1)
Copas: 26 April 2010 Jam 19:13
SMP Negeri 2 Purbalingga, Jatisaba, akhir tahun 1990.
Copas: 26 April 2010 Jam 19:13
SMP Negeri 2 Purbalingga, Jatisaba, akhir tahun 1990.
Jatisaba! Nama sebuah desa yang terasa asing dan
mungkin karena letaknya yang terasa jauh sekali. Iya, Jatisaba! Kata “jati”
saja sudah merujuk pada kata yang umum dihubungkan dengan hutan jati.
Mungkinkah Desa Jatisaba banyak pohon jatinya? Sebuah angan-angan di benakku.
Lalu ada kata “saba”, saba dalam bahasa Banyumas berarti; “pergi ke segala arah
yang tak jelas untuk mencari sesuatu”. Jadi ketika menyebut nama Desa Jatisaba
maka bayangan saya adalah sebuah desa yang sangat jauh dan masih banyak pohonnya
seperti hutan jati.
Jatisaba, adalah nama desa dimana saya harus
sekolah saat di kelas dua. Untuk diketahui bahwa SMP Negeri 2 Purbalingga punya
kelas jauh, artinya kelas yang tidak menyatu dengan kelas induknya, tidak di
Jalan Letkol Isdiman 194 Purbalingga, tapi letak kelasnya di Desa Jatisaba.
Tradisinya yang diatur untuk diajar di kelas jauh adalah mereka yang duduk di kelas
dua. Kelas satu dan kelas tiga tetap di sekolah induk.




