Rabu, 11 November 2020

TERIMA KASIH, ARYA

Cerita Remaja
TERIMA KASIH, ARYA 
toto endargo

Bulan Januari.
Di bulan Januari ini aku sangat berharap, segera hadirnya bulan Februari.
Dengan penuh harap.
Harapanku, semoga di hari valentine aku mendapatkan sesuatu yang istimewa.
Istimewa! 
.
Ya, sesuatu yang istimewa.
Khusus, spesial untukku!
Hanya untukku!
.

AKU TERTUNDUK

Cerita Remaja
AKU TERTUNDUK
Toto Endargo


Aku benci Bisma! Pokoknya benci!
Anaknya sih lumayan, bisa dikatakan cakep, tinggi sekitar 160 cm, kulitnya kuning langsat, rambutnya pekat, alisnya tebal, hidungnya bagus banget, jarang orang punya hidung macam dia, suaranya biasa-biasa. Atletis, bisa memetik gitar, bisa menyanyi, kadang bisa juga mengarang cerita lucu. Wajar jika banyak gadis bilang bahwa Bisma adalah cowok idaman. Sungguh aku pernah berkhayal jadi teman dekatnya. Masih dalam khayalan sih. Dan kupikir bukan hanya aku yang berhayal seperti itu. Wajarkan seorang gadis tertarik dengan seorang jejaka? Apalagi kepada Bisma! Byuh!
===

Minggu, 08 November 2020

AKHIR ASAKU

Cerita remaja
AKHIR ASAKU
Toto Endargo


   SMP Negeri 2 Purbalingga, punya semacam selasar atau serambi yang panjang, dari ujung utara dekat Ruang Tata Usaha sampai kelas 3F di dekat Ruang Laboratorium IPA. Serambi atau emperan kelas tempat para siswa berjalan, hilir mudik keluar ataupun masuk kelas. Serambi kelas Tiga C, punya kenangan yang tidak dapat kuhilangkan dari ceruk terdalam ingatanku. Remaja putri yang kukagumi ternyata terlalu cantik untukku.

Kamis, 29 Oktober 2020

ITU BUKAN CINTA, CI

Cerita Remaja
ITU BUKAN CINTA, CI
Toto Endargo

   Lapangan Basket SMP Negeri 2 Purbalingga. Di bawah pohon Glodogan yang tak lagi menjulang tinggi, terdengar suara dentum bola basket membentur lantai berkali-kali. Juga suara jedher ring basket yang sedikit berisik saat tertimpa bola, bagai musik khas di lapangan depan perpustakaan itu. Sore yang cerah untuk latihan bola basket.

Jumat, 03 April 2020

DUSUN MANGUNREJA

DUSUN MANGUNREJA
Toto Endargo

Harapannya Dusun Mangunreja dapat menjadi ujung tombak, pemicu kemajuan Desa Mangunegara sebagai ibukota Kecamatan Mrebet
---

Mangunreja adalah nama sebuah dusun di Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Mangunreja berada di pojok barat-selatan peta desa Mangunegara. Kini dalam penamaan perdusunan masuk sebagai Dusun III. Nama Mangunreja sendiri baru diresmikan sekitar tahun 1970-an. Menjadi wilayah yang cukup unik dan krusial dalam hal nama tempat. Dulu orang menyebut wilayah Mangunreja ini dengan beberapa nama.

Prapatan
Disebut Prapatan, karena wilayah ini berada di sebuah perempatan yang cukup ramai, dilintasi jalan provinsi yang beraspal jurusan Purbalingga – Bobotsari, jalan desa yang ke barat menuju Desa Karangnangka, Cipaku, Binangun, ke arah timur ke wilayah Desa Karangturi dan Desa Onje. Itulah sebabnya disebut Prapatan.

Rabu, 01 April 2020

CAKEPAN GARA-GARA WAYANG KULIT


CAKEPAN GARA-GARA WAYANG KULIT
Toto Endargo


Sangsaya dalu,
Raras ambyor lintang kumedhap
Iki dunya tengah wengi,
Terang gandaning puspita,
Karengganing pujanira.
Sang dwijawara mbrengengeng,
Lir swaraning madu branta,
Manungsung sarining kembang
---

Dhedhep tidhem prabawaning ratri
Sasadara wus manjer kawuryan
Tan kuciwa memanise
Menggep sri nateng ndalu
Siniwaka sanggya pra dhasih
Anglar neng cakrawala
Winulat ngelangut
Prandene maksa kabegan
Saking kehing taranggana kang sumiwi
Warata tanpa sela
---
Eka bumi, dwi sawah, tri gunung,
Catur samudra, panca taru, sad pangonan,
Sapta pandhita, hasta tawang, nawa dewa, dasa ratu
---

Rabu, 19 Februari 2020

DHANDHANGGULA – SEMUT IRENG

DHANDHANGGULA – SEMUT IRENG
Toto Endargo

Dinamika perilaku politikus saat bersaing berebut kekuasaan, akibat dan nasib pejabat jika sampai lupa diri dan mabuk kekuasaan.
===


Tembang Dhandhanggula – Semut Ireng adalah sebuah tembang yang memiliki lirik sangat memikat, membicarakan dunia politik praktis.
Penulis mengenal tembang ini saat kelas lima Sekolah Rakyat tahun 1967. Pak Gedhe Ayat Notohardjono sering melagukannya, dengan demikian saya bisa menirukan lagu dan hafal liriknya. Sebenarnya dalam hal nada dan lagu di lingkup macapat, seperti cengkok lagu Dhandhanggula ini, sudah ada pakemnya, seperti yang setiap kali diperdengarkan oleh Paklik Suwondo dengan lirik “Yogyanira”.
Rupanya Paklik Suwondo suka nembang dengan lirik tersebut karena di dalamnya ada nama Suwondo. Sebagai prajurit teladan. Liriknya sebagai berikut:

Kamis, 21 November 2019

BABAD JATI TUKUNG - #1

BABAD JATI TUKUNG - #1
Toto Endargo


Kecombrang, Sunda dan Onje

Kecombrang. 
Nama lain dari kecombrang adalah honje (Sunda), bongot (Bali) kincung (Sumatera Utara) asam celaka (Tanah Karo) patikala (Sulawesi Selatan) ada juga yang menyebutnya sebagai bunga rias dan kumbang sekkala. Kecombrang bunganya sangat elok, degradasi dari warna merah cerah dan berkombinasi dengan warna putih. Kecombrang adalah bentuk bunga dari tumbuhan yang bernama burus (etlingera elatior), kecombrang muncul setahun sekali dan akhirnya akan menjadi sebongkah biji-bijian yang berwarna menarik juga. Kecombrang di Banyumas digunakan sebagai sayuran, selain mengandung air juga terdapat nutrisi berupa: kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan zat besi.

BABAD JATI TUKUNG - #2

BABAD JATI TUKUNG - #2
Toto Endargo

Babad Onje.
Sejak kecil penulis sudah mengenal Babad Onje dan sedikit tentang Desa  Onje. Sekitar tahun 1964 sudah mengunjungi watu lumpang atau batu dakon, masjid onje yang masih berpandasi benteng batu, belum disemen. Mengunjungi pohon nangka, pohon blimbing, dan arca batu. Menikmati pemandangan orang menyeberang Kali Klawing, Kedhung Nini, Kedhung Dhukuh dan Kedhung Pertelu.  Kesan wingit sangat terasa. Penduduk desa belum sepadat sekarang. Air di sungai masih terasa sejuk dan sangat jernih. Arca batu masih di lahan kosong, di bawah pohon dukuh dan jauh dari rumah penduduk.

BABAD JATI TUKUNG - #3

BABAD JATI TUKUNG - #3
Toto Endargo

Pundhen Jati Ragas.
Jati adalah nama pohon yang punya kelebihan dibandingkan dengan pohon lain. Kayu jati lebih berharga, lebih kuat, lebih perkasa, lebih tahan terhadap lingkungan. Kayu jati menjadi bahan yang baik untuk bangunan dan perabotan. Istana kerajaan dan masjid besar sejak dahulu kala pasti memilih kayu jati sebagai bahan bangunan. Jadi jati adalah kayu istimewa, punya kedudukan tinggi. Ibarat masyarakat, dia adalah bagian masyarakat yang berkedudukan tinggi. Orang kebanyakan sering diibaratkan sebagai pohon jarak, maka ada ungkapan “Tunggak Jati mati, tunggak Jarak mrajak”.