Cerita Remaja
SAYA PUN CAKEP
toto endargo
Senin, 15 Agustus 2005
Lapangan upacara SMP Negeri 2 Purbalingga
"Kenapa dalam anggota Paskibra ini ada nama Galih? Bikin resah saja!" gerutu Nunik, sesaat setelah lirikan matanya menatap wujud Galih!
“Kenapa pula aku jadi tak suka padanya?” tanyanya dalam hati, “Apa salahnya?”
Pokoknya sebel!
Siang itu, bagi Nunik, siang yang sangat menyebalkan. Latihan upacara begitu melelahkan! Langit sangat cerah, menjadikan tak seberkaspun sinar matahari terhambat untuk sampai ke bumi.
Suhu udara menjadi menyengat!
Panas!
Beruntung bagi Nunik karena ia kebagian peran khusus, peran yang tidak harus berpanas-panasan dalam latihan upacara ini. Nunik masih sempat berteduh di bawah pohon glodhogan di tepi lapangan. Rugi kan, kalau kepanasan! Nunik dapat menjadi bertambah hitam, bahkan mungkin bisa menjadi wulung, karena gosong. Padahal bagi remaja putri, kulit gosong bukan hal yang diinginkan. Hehe..., maunya tetap mulus. Kalaupun hitam itu karena takdir saja. Bagi Nunik hitampun, dia tetap cakep, manis. Walau cakep tapi tetap tak boleh menggerutu, kan!
Biar!
Menyebalkan!

