Kamis, 21 November 2019

BABAD JATI TUKUNG - #3

BABAD JATI TUKUNG - #3
Toto Endargo

Pundhen Jati Ragas.
Jati adalah nama pohon yang punya kelebihan dibandingkan dengan pohon lain. Kayu jati lebih berharga, lebih kuat, lebih perkasa, lebih tahan terhadap lingkungan. Kayu jati menjadi bahan yang baik untuk bangunan dan perabotan. Istana kerajaan dan masjid besar sejak dahulu kala pasti memilih kayu jati sebagai bahan bangunan. Jadi jati adalah kayu istimewa, punya kedudukan tinggi. Ibarat masyarakat, dia adalah bagian masyarakat yang berkedudukan tinggi. Orang kebanyakan sering diibaratkan sebagai pohon jarak, maka ada ungkapan “Tunggak Jati mati, tunggak Jarak mrajak”.

BABAD JATI TUKUNG - #4

BABAD JATI TUKUNG - #4
Toto Endargo

Gunung Tukung
Gunung Tukung, mungkin tepatnya Bukit Tukung atau Igir Tukung. Letaknya di seberang timur Sungai Klawing, masuk wilayah Dusun Pagendolan, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Tinggi bukit ini hanya sekitar 200 meter dpl. (disebut gunung jika tingginya lebih dari 600 meter dpl.) membujur dari utara ke selatan. Penuh dengan tanaman keras seperti mahoni, albasika, sengon, kelapa, laban, waru laut, jati, dan bambu. Batas utara, di Dukuh Jendol, dan batas selatan, di Dukuh Mesir, panjangnya hanya sekitar satu setengah kilometer. Bukit Tukung diapit oleh lahan pesawahan tadah hujan. Sebenarnya diapit oleh dua sungai, Sungai Klawing dan Sungai Onje. Letak Sungai Klawing terlampau rendah sehingga cukup kesulitan untuk menaikkan airnya sampai ke sawahnya, sedang Sungai Onje juga termasuk sungai tadah hujan, jika kemarau terlalu panjang sungai menjadi kering.

Kamis, 17 Oktober 2019

BLATER DHUWUR

BLATER DHUWUR
Toto Endargo

   Blater adalah nama sebuah Desa di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Desa subur yang dialiri oleh dua buah sungai yaitu Sungai Jompo dan Sungai Ponggawa. Blater adalah nama yang baik karena dalam Bahasa Jawa kata “blater” berarti “ramah”, juga diterjemahkan sebagai “pandai bergaul”. Jika nama adalah doa maka kata “blater” menjadi sebuah nama dan doa yang baik bagi wilayah dan masyarakat Blater. Sifat keblateran akan membawa masyarakatnya untuk dapat meningkatkan diri di pergaulan yang lebih luas, meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, tentu saja muaranya membawa kemajuan bagi masyarakat Desa Blater.

Minggu, 13 Oktober 2019

DESA SLINGA KALIGONDANG

DESA SLINGA KALIGONDANG
Toto Endargo
Asal Usul Nama Slinga
Sungai Klawing di Tepi Desa Slinga
Ada sebuah cerita kenapa desa ini diberi nama Slinga. Slinga konon awalnya adalah Si Linga, dari tiga kata: si adalah kata sandang, ling dari kata uling dan nga dari kata lenga. Uling adalah nama hewan sejenis belut namun wujudnya lebih besar (belut, sidat, pelus, uling/moa). Lenga atau minyak yang dimaksud disini adalah cairan yang keluar dari tubuh uling.
Desa Slinga memiliki tujuh wilayah dusun yaitu Slinga, Randegan, Siabang, Pegedongan, Pagedangan, Karangpetir dan Karanggandul. Nama Slinga diawali dari hadirnya seekor uling atau pelus besar, yang suatu hari diam-diam masuk ke dusun. Karena sangat laparnya ia pun mencari mangsa, dan, ya Allah, yang ditemuinya di sebuah rumah adalah seorang bayi. Segera saja sang.bayi diterkam dan dibawa merayap ke liang rumahnya di suatu tempat yang menjadi rumah si Uling.

Selasa, 19 Desember 2017

MAJAPAHIT, MANGUNEGARA, CITRAKUSUMA

MAJAPAHIT, MANGUNEGARA, CITRAKUSUMA
Toto Endargo

Kisah ini menarik sebab mengungkapkan sisi lain dari perjuangan Pangeran Diponegoro saat memasuki wilayah Purbalingga sampai dengan keberadaan sebuah trah yang menjadi penduduk utama Dusun Citrakusuma.
***
Mangundirana - Singanegara
   Majapahit. Nama Majapahit ternyata tidak hanya nama sebuah kerajaan besar tapi juga sebuah dusun kecil di sekitar Desa Onje, Kabupaten Purbalingga. Hanya sebuah dusun kecil dan kini masuk wilayah Desa Karangturi, namanya Dukuh Majapahit. Dusun Majapahit bersebelahan dengan Dusun Banawati. Tempatnya persis menjelang belokan luar Sungai Klawing. Berseberangan dengan Dusun Mesir. Kalau Mesir seperti dipeluk Sungai Klawing, Dusun Majapahit di luar pelukan itu. 
Seperti dusun-dusun di sekitarnya, dusun ini dipenuhi dengan pohon-pohon tinggi semacam kelapa, dukuh, jengkol, sengon dan lain-lain. Ada sawah walau sedikit tapi subur. Pengairan lancar karena ada saluran irigasi dari bendungan Kali Paku, dhawuhan Kedhung Keder di Dusun Citrakusuma. Air mengalir membelah dusun Tuanwisa, Pesawahan dan berakhir di Majapahit.

Rabu, 27 September 2017

PAHLAWAN KORAN TENGADAH

PAHLAWAN KORAN TENGADAH
Toto Endargo

Pahlawan koran tengadah, tiga kata sebagai judul tulisan ini. Judul ini diambil dari tiga hal yang menarik saat mengamati suasana di perempatan Patung Pahlawan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Salahsatu tempat keramaian lalulintas yang ada di Kota Purbalingga.
Kata pahlawan diambil dari kata Patung Pahlawan Panglima Besar Jenderal Soedirman; koran dari kata Penjual Koran dan tengadah dari kata Tangan Tengadah. Sebuah potret nyata dari situasi yang ada di Purbalingga dan bahkan ada di banyak tempat. Kombinasi antara perjuangan dan ironi. Ada persamaannya namun ada pula unsur ironi di dalamnya, ada hal yang bertolak belakang dengan yang seharusnya terjadi. 

Selasa, 02 Mei 2017

MANGUNEGARA CITRAKUSUMA BANAWATI


MANGUNEGARA, CITRAKUSUMA, BANAWATI
Toto Endargo
---
Betapapun sederhananya cerita yang tersaji ini, setidaknya akan menjadi bacaan bagi para anak cucu di jaman milenial untuk mengenal asal-usul dirinya dan tanah yang telah melahirkan para nenek moyang mereka, Mangunegara, Citrakusuma dan Banawati.
---
Mangunegara, Citrakusuma, Banawati adalah nama-nama dusun yang berkaitan erat dengan keberadaan nama Desa Onje. Onje kini adalah nama sebuah desa. Desa istimewa karena punya kedudukan khusus dalam rentang perjalanan sejarah berdirinya Kabupaten Purbalingga. Dalam cerita Adipati Onje tersurat pula bahwa ada dua nama putra Adipati Anyakrapati yaitu Raden Mangunjaya dan Raden Cakrakesuma. Ada sebuah nama lagi yang jarang disebut yaitu Rara Banawati. Kini ketiga nama tersebut menjadi nama tiga dukuh, gerumbul dalam suatu wilayah desa.
Mangunjaya menjadi nama dukuh Mangunegara, sedang Cakrakesuma menjadi dukuh Citrakusuma, keduanya menjadi bagian dari Desa Mangunegara. Sedang Rara Banawati menjadi dukuh Banawati bagian dari desa Onje.
Berikut ini adalah cerita yang sempat terceritakan oleh Eyang Putri Dasiyem Wiryodiharjo di sekitar tahun 1966-an. Saya sering diceritani berbagai cerita dari yang berbentuk legenda, horor sampai dengan kisah yang beliau ketahui dan alami sendiri.

Kamis, 27 April 2017

KADIPATEN MESIR DI ONJE

Kadipaten Mesir di Onje
Toto Endargo

   
   Ada peribahasa atau ungkapan dalam bahasa Jawa bahwa  “desa mawa cara, negara mawa tata” yang artinya bahwa setiap desa, setiap negara mempunyai cara dan aturan masing-masing sesuai kondisi setempat. Kondisi suatu wilayah inilah yang menimbulkan cerita yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain.
Bagian dari cerita yang ada di Kabupaten Purbalingga adalah Desa Onje, Kecamatan Mrebet.  Desa yang menjadi sumber cerita cikal bakal para adipati di Kabupaten Purbalingga. Seperti umumnya sebuah desa tentu terdiri dari beberapa padukuhan. Dukuh atau sekarang secara umum disebut sebagai dusun. Beberapa nama dukuh di Onje adalah Dukuh Onje, Dukuh Pagendolan, Dukuh Mesir, Dukuh Pedhalangan, Dukuh Banawati dan Dukuh Kutabangsa.

Rabu, 15 Maret 2017

SEBUAH PUISI UNTUK TYAS

Cerita Remaja
SEBUAH PUISI UNTUK TYAS
Toto Endargo

SMP Negeri 2 Purbalingga, April 2003.
Di Perumahan Penambongan. Malam hari. Di kamarnya.
“Benarkah Pekik menyukai aku?” kata hati Tyas. Terbayang wajah Pekik Pamungkas di angannya. Bibirnya berkemik, lirih sekali ia menyebut nama pemuda ABG itu. Pekik siang tadi telah menulis puisi untuknya. Dan saat ini sebuah senyum membayang di bibir Tyas. Sebuah buku yang tampak tidak bermutu karena penuh dengan coretan dan tulisan asal-asalan ada di depannya.
===
Empat hari pada pekan ini bagaikan ada sebuah pesta. Di SMP Negeri 2 Purbalingga, di bulan April 2003. Sekolah menyajikan berbagai lomba olah raga dan seni. Kegiatan mid semester genap. OSIS menyelenggarakan berbagai lomba atau pertandingan antar kelas, juga antar individu. Bidang akademis, bidang seni maupun olahraga. Seluruh siswa diberi kesempatan untuk memilih menu kegiatan apa yang mereka mampu dan sukai.

Selasa, 14 Maret 2017

IBUMU LAGI

Cerita Remaja
IBUMU LAGI
Toto Endargo


SMP Negeri 2 Purbalingga
Kisah sekitar tahun 2005. “Bahwa cinta tak pandang usia” begitu kata hati Etha. Maka tak heran gadis manis yang bernama Etha ini jatuh hati kepada adik kelasnya. “Rasanya naif banget. Ah, peduli amat!! Menurut UUD 1945, setiap warga negara berhak berserikat dan berkumpul, tentu berhak pula memilih idaman hati” tekad Etha.
Mulanya cukup konyol. Saat pelajaran PPKn, guru menerangkan tentang contoh hak warga negara baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hanya karena iseng. Ketika mendengar kata luar negeri, Etha jadi melamun. Membayangkan punya pujaan hati orang bule. Busyet seperti artis. Etha yang duduk di bangku depan, dekat pintu kelas, segera menundukkan kepala, memejamkan mata dan berdoa, “Ya Allah berilah hamba seorang cowok yang cakep dan baik hati, syukur bule”.
    Sebelas detik kemudian Etha membuka matanya .. byar!