Selasa, 05 Juli 2022

Pasar Tugu Taman Badhog Purbalingga (4)

 Pasar Tugu Taman Badhog Purbalingga (4)


Cerita tentang Pasar Mandiri, Tugu PHKN, Taman Maerakaca sudah, sekarang cerita tentang Pasar Badhog.


Pasar Badhog

Alkisah, tahun 1979 jembatan sungai Klawing yang berada di utara pasar Bancar rusak, dan kemudian di tahun 1980 putus. Lalulintas Bancar-Penaruban menggunakan gethek, rakit, tambangan. 

Dengan pemasangan Jembatan Bailey, lalulintas Purbalingga-Kaligondang teratasi. Jembatan Bailey, itu milik Angkatan Darat, terbuat dari baja ringan yang berkualitas tinggi, sederhana, mudah dirangkai, kokoh dan kuat, portabel, menjadi jembatan darurat. 

Tahun 1990 jembatan tersebut dinilai sudah tidak layak pakai, maka dibuatlah jembatan baru, sekitar 300 meter di barat jembatan lama. Peresmian jembatan baru, yang dekat tugu Bancar itu, tahun 1992. Maka jembatan Bailey, sebagai jembatan darurat dibongkar, sejak itu berakhirlah riwayat jembatan lama yang dibangun sekitar tahun 1920-an.

Dengan putusnya jembatan, maka ruas jalan aspal di antara Pasar Bancar sampai bekas jembatan itu, tidak lagi ada lalulintas kendaraan, tak ada lalu-lalang pejalan kaki. Sepi. Sampai-sampai, tokonya Pak Tjong pun, akhirnya tutup.

Namun seiring dengan waktu, karena dekat pasar tumpah, Pasar Bancar, akhirnya penjual sayuran dan penjual jajan pasar memanfaatkannya untuk lahan buka lapak. Akibatnya, jalan aspal buntu yang panjangnya hanya sekitar 75 meter itu, penuh dengan penjual makanan, penuh badhogan, terutama di hari libur dan hari Minggu, dan terkenal pula dengan sebutan Pasar Badhog. 

Lalu di pintu gerbang jalan, utara Kodim, ada tulisan: Bancar Badhog Center, itu artinya "badhogan" di sepanjang jalan menuju Pasar Bancar, terutama sroto, adalah juga bagian dari Pasar Badhog itu sendiri.

Demikianlah, sedikit, awal mula ada Pasar Badhog di dekat Pasar Bancar. Dan sesungguhnya Pasar Bancar sendiri dikenal sebagai pasar tumpah, puluhan tahun, setiap pagi, penjual dan pembeli melimpah memenuhi jalan yang menuju ke Jatisaba. Maka menjadi hal yang wajar kalau kini muncul Pasar Badhog yang sekarang.

.

"Kok tahu, Pasar Bancar, pasar tumpah?"

"Ya tahu. Tahun 1978 - 1992, naik sepeda, mengajar di kelas Jatisaba"

"Oh, begitu. Lalu bekas jembatan lama, apa masih ada?"

"Ya, masih. Tapi seiring waktu ya, bekasnya semakin menyusut"

"Masih bisa dilihat?"

"Masih, di ujung utara Pasar Badhog, itu tebing sungai Klawing. Lihat saja, semoga kelihatan bekas pondasinya, baik yang di tepi selatan maupun yang di tepi utara!"

"Lah, yang di tengah?"

"Sudah, ambrol!"

"Oh!"

.

Nuwun

====

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar