Asmarandana
Waljinah - Kembang Kacang
Aja Turu Sore, Kaki!
Ana dewa langlang jagad;
nyangking bokor kencanane;
isine donga tetulak,
sandhang lawan pangan;
yaiku bagianipun,
wong melek, sabar, narima
Klik ke : Aja Turu Sore, Kaki!
Tampilkan postingan dengan label mp3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mp3. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Maret 2014
Jumat, 28 Februari 2014
ELING-ELING – BANYUMASAN
Gendhing dan Catatan
Eling-eling – Banyumasan
Nyi Sugino Siswocarito
Padha ngumpul, dulur tunggal seumah
E-manungsa urip neng alam dunya
Enggane sing penting, sing sabar narima
Sregep, sing eling, lan waspadha
Padha ngumpul, dulur tunggal seumah
E-manungsa urip neng alam dunya
Enggane, begjane sing sabar narima
Rika kudu eling, lan waspadha
Selasa, 31 Desember 2013
MARS SMP DUA PURBALINGGA
MARS SMP DUA PURBALINGGA
Karya:
Wahjo Soesapto, Bc. Hk.
C
G
Kami pelajar SMP Dua Purbalingga
Berjuang sekuat tenaga
C
Berjuang ‘tuk mencapai cita-cita
C C7 F
Majulah pelajar putera-puteri SMP Dua
C
Belajar belajarlah
tuntut ilmu
G
C
Berlandaskan
Pancasila
F
Amalkanlah baktimu
C
Membangun negara kita
G C
Mencapai Indonesia Jaya
Jumat, 29 November 2013
DHANDHANGGULA – DHEDHEP TIDHEM
Dhandhanggula
– Dhedhep Tidhem
Saking Ki Sugino Siswocarito
Dhedhep
tidhem prabawaning ratri
Sasadara wus
manjer kawuryan
Tan kuciwa
memanise
Menggep srinateng
ndalu
Siniwaka sanggya
pra dhasih
Angglar neng
cakrawala
Winulat ngelangut
Prandene paksa
kebegan
Saking kehing
taranggana kang sumiwi
Warata tanpa
sela
Terjemahan
bebas:
Sunyi senyap
karena pengaruh malam
Rembulan sudah
tampak berpendar
Tidak mengecewakan
keelokannya
Bagaikan
sang raja malam
Hadir di hadapannya
seluruh para kawula
Tergelar di
cakrawala
Terlihat menerawang
jauh
Namun demikian
masih terasa sesak
Sebab banyaknya
bintang yang menghadap
Merata
rapat tiada berjarakKlik dumugi datheng : Dhandhanggula - Dhedhep Tidhem
Rabu, 27 November 2013
GENDHING WITING KLAPA
Gendhing dan Catatan
Gendhing
Witing Klapa
Saking Ringgit: Ki Sugino Siswocarito
Witing
klapa jawata ing ngarcapadha
Salugune
wong wanita
Dasar
nyata kula sampun njajah praja
Ing Ngayogya - Surakarta
Sekar
kawis, cinawis sekar melati
Dasar
manis merak ati
Aduh
Gusti sun rewangi pati geni
Pitung
dina, pitung bengi
Jumat, 18 Oktober 2013
ILOGONDHANG BANYUMASAN
Gendhing Ki Nartosabdo
Sindhen: Nyi Suryati - Blater
ILOGONDHANG BANYUMASAN
toto endargo
Kadhar pira wong lanang sing rosa nggender
Esuk
nggender, sore nggender
Bubar
nggender kethewer-thewer
Kadhar pira wong lanang sing rosa, rosa ngendhang
Esuk
ngendang, sore ngendhang
Bubar
ngendhang kecemplung blumbang
Jumat, 01 Februari 2013
DURMA LARAS PELOG PATET 6
Durma Laras Pelog Patet 6
Macapat adalah hal yang tak terpisahkan dari budaya
Indonesia, Jawa khususnya.
Sastra dalam bentuk geguritan atau puisi Jawa, dilengkapi
dengan nada dan irama yang baku dan bervariasi
Semoga bermanfaat!
Sekar Macapat Durma Laras
Pelog Patet 6
Wus andeder Rahwana
nggayuh nggegana
Shinta ‘jrih denira ‘jrit
Sambat-sambat marang
Raka Ramawijaya
Lan ari Lasmana ajrih
Rebuten ingwang
Cinitra ditya mami
Klik menuju :
Kamis, 01 November 2012
Gendhing Ibu Pertiwi
IBU PERTIWI
Ki
NartoSabdo
Ibu
Pertiwi,
Paring
boga lan sandhang kang murakabi,
Peparing
rejeki manungsa kang bekti,
Ibu
Pertiwi, Ibu Pertiwi,
Sih
sutresna mring sesami,
Ibu Pertiwi,
kang adil luhuring budi,
Ayo
sungkem mring Ibu Pertiwi
Rabu, 31 Oktober 2012
Ayak-ayak Pamungkas
Gendhing
Ayak-ayak
Pamungkas
Ki
Nartosabdho
Dhuh Allah,
mugi-mugi kaparenga paring rakhmat,
Dhuh
Allah, lestaria Indonesia mardhika,
Wasana
wosing pangidung, nyawiji mung amemuji,
Mugi
Bangsa Indonesia, sepuh anem, jalu estri,
Sami
sayuk amanunggal, gumolong-golong ing kapti,
Terjemahan
bebas:
Ya, Allah, semoga berkenan memberi
rakhmat,
Ya, Allah. dirgahayu Indonesia
merdeka
Pada intinya di tembang ini, kita menyatu
dan berdoa
Semoga Bangsa Indonesia, tua-muda,
lelaki-perempuan,
Semua serentak bersatu,
bertekad-bulat di dalam hati.Minggu, 28 Oktober 2012
Sinom Laras Pelog Patet 6
Sinom
Laras Pelog Patet 6
Macapat adalah hal yang tak terpisahkan dari budaya
Indonesia,
Sastra dalam bentuk geguritan atau puisi Jawa
Ditembangkan
dengan nada dan irama yang baku namun bervariasi
Semoga bermanfaat!
Sekar Macapat Sinom Laras Pelog Patet 6
Nulada laku utama
Tumprape wong Tanah Jawi
Wong agung ing Ngeksiganda
Panembahan Senopati
Kapati amarsudi
Sudaning hawa lan napsu
Pineksi tapa brata
Tanapi ing siyang-ratri
Amemangun karyanak tyasing sesama
Terjemahan bebas:
Meneladani karya utama
Menurut orang di Tanah Jawa
Orang besar di Mataram
Panembahan Senapati
Mati-matian berusaha
Mengurangi kesenangan dan nafsu
Diwujudkan dalam bertapa dan bersemedi
Dilakukan siang-malam
Membangun karya yang membahagiakan sesama
Terjemahan bebas:
Meneladani karya utama
Menurut orang di Tanah Jawa
Orang besar di Mataram
Panembahan Senapati
Mati-matian berusaha
Mengurangi kesenangan dan nafsu
Diwujudkan dalam bertapa dan bersemedi
Dilakukan siang-malam
Membangun karya yang membahagiakan sesama
Klik menuju ke: Sekar Macapat Sinom Laras Pelog Patet 6
Dhandhanggula Slendro Patet 9
Dhandhanggula
Slendro Patet 9
MACAPAT
Macapat adalah hal yang tak terpisahkan dari budaya
Indonesia,
Sastra dalam bentuk geguritan atau puisi Jawa.
Di tembangkan dengan nada dan irama yang baku namun bervariasi
Semoga bermanfaat!
Sekar Macapat Dhandhanggula Laras Slendro Patet 9
Pamedharing wasitaning ati
Cumantaka aniru pujangga
Dahat mudha ing batine
Nanging kedah ginunggung
Dhatan wruh yen akeh ngesemi
Ameksa angrumpaka
Basa kang kalantur
Tutur kang katula-tula
Tinalaten rinuruh kalawan ririh
Mrih padhanging sasmita
Selasa, 23 Oktober 2012
Doa dan Salam
Doa dan Salam
Toto Endargo
C G C G
Oh, SMP 2 Purbalingga,
F G C
Di
sini kita telah bersama
F G Em Am
Gerbang belajar menuju dewasa
F G C
G
Meniti jenjang kehidupan
C G C
G
Oh, SMP 2 Purbalingga,
F G C
Sekarang kita pun kan berpisah
F G
Em Am
Meninggalkan berjuta kenangan
F G C
Riang dan penuh kasih
sayang
Reff :
F G Em
Am
Selamat jalan, selamat jalan
F G C F7
Teriring doa dan salam
F G Em Am
Selamat jalan, selamat jalan
F G C G
Selamat menyongsong masa depan
C G C
G
Dan kami pun kan s'lalu berdoa
F G C
Semoga bahagia selamanya
F G
Em Am
Membaktikan diri pada tugas mulia
F G C
Tuhan lindungilah kami semua
Selamat jalan, selamat jalan
Teriring doa dan salam
Selamat jalan, selamat jalan
Selamat menyongsong masa depan
Dan kami pun kan s'lalu berdoa
Semoga bahagia selamanya
Membaktikan diri pada tugas mulia
Tuhan lindungilah kami semua
Tuhan lindungilah kami semua
Tuhan lindungilah kami semua
Klik menuju ke : Lagu Doa dan Salam
Sebuah lagu sebagai dokumen pribadi.
Bahwa
saya pernah mencoba menyusun kata merangkai nada dengan sebuah gitar.
Tak banyak saya menguasai krep atau kunci gitar, maka yang muncul adalah
sebuah lagu seadanya, dengan kunci sekitar C,F,G Am, Dm, Em.
Lagu
ini dimaksudkan untuk dinyanyikan di acara perpisahan sekolah, di akhir
tahun. Tidak setiap acara perpisahan saya menyanyikan lagu ini. Ada
rasa malu dan tak percaya diri setiap kali menyanyikannya di depan umum.
Barangkali
ada nada sedih yang terungkap di lagu ini. Pernah saya dilarang
menyanyikan lagu ini, sebab setiap saya memetik gitar dan menyanyikannya
dia terharu dan meneteskan air mata.
"Mohon maaf gadis kecilku!" ucap saya saat itu.
Inilah salah satu memori yang sebaiknya kusimpan di blog saya.
Semoga maklum!
Senin, 22 Oktober 2012
SULUK RENGU ANGUNGUN
SULUK RENGU ANGUNGUN
Toto Endargo
Ini suluk ke tiga yang
saya upload, ada lirik atau cakepan dan juga audionya.
Suluk adalah tembang
pengantar sebuah peristiwa dari sebuah kisah yang disajikan oleh sang dalang
wayang kulit.
Suluk Rengu Angungun
adalah pengantar untuk suasana hati yang marah (rengu) dan juga tertegun
(angungun), ada rasa heran dengan keadaan yang terjadi.
Semoga berkenan!
SULUK RENGU ANGUNGUN
(Ki
Timbul Hadi Prayitno)
Dada
muntab lir kenetab
Netra
kocak ngondar-andir
Oo..
oo..
Sumengka
jaja bang mawinga-winga
Gedrug-gedrug
siti, bantala bentar
Ooo..ono
Oooo
Minggu, 21 Oktober 2012
SULUK MADYA RATRI
SULUK MADYA RATRI
Bagi penikmat wayang
kulit tentu terkesan dengan suluk Madya Ratri ini.
Suluk Madya Ratri adalah
pengantar sebelum adegan Gara-gara.
Menggambarkan suasana
tengah malam yang sunyi, suasana alami, dihiasi dengan semerbak bau bunga dan dengung kumbang.
Madya ratri artinya tengah malam, maka suluk ini ditembangkan saat dini hari, menjelang gara-gara.
Semoga berkenan!
SULUK MADYA RATRI
(Ki Sugino Purwocarito dan Ki Timbul Hadi Prayitno)
Sangsaya dalu raras ambyor
lintang kumedhap
Iki dunya tengah wengi terang
gandaning puspita
Ee…. karengganing pujanira
Oo… sang dwijawara
mbrengengeng
Lir swaraning madu branta
Manungsung sarining
kembang
Sabtu, 20 Oktober 2012
SULUK SUREM KAPIDARA
SULUK SUREM KAPIDARA
Bagi yang suka wayang
kulit tentu sangat terkesan dengan suluk surem kapidara ini. Suluk adalah
tembang pengantar sebuah peristiwa dari sebuah kisah yang disajikan oleh sang
dalang.
Suluk Surem Kapidara ini
adalah pengantar untuk adegan sedih atau surem; kapidara bisa diterjemahkan
sebagai terbunuh atau teraniaya. Umumnya dibawakan sang dalang saat ada tokoh
yang gugur di medan perang, atau juga sebagai pengantar kesedihan seorang tokoh
karena ada yang lampus, gugur atau yang kapidara.
Semoga berkenan!
SULUK SUREM KAPIDARA
Ki Timbul Hadi Prayitno
Oo…
Surem-surem dewangkara
kingkin,
Lir manguswa kang layon,
Ooo ..
Langganan:
Postingan (Atom)