Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2022

Pasar Tugu Taman Badhog Purbalingga (2)

 Pasar Tugu Taman Badhog Purbalingga (2)

.

Cerita tentang Pasar Mandiri, sudah, sekarang cerita tentang Tugu Bancar.

.

Tugu Bancar

Dulu tahun 1964 - 1975, STM Purbalingga "Bersubsidi" Purbalingga, atau dikenal dengan nama STM YPT Purbalingga, gedung sekolahnya ada di Bancar, dekat Kodim 0702, Purbalingga. 

Gedungnya, pagi untuk STN 1 Purbalingga, dan sore untuk STM YPT. Gedung sekolah berbentuk gudang besar, masih menghadap ke utara, menghadap ke pertigaan, dan di pertigaan itu berdiri tegak menjulang tinggi Tugu Bancar, dikelilingi melingkar rantai pembatas. Kalau jam istirahat, ada saja siswa STM yang duduk-duduk di ambal-ambalan kaki tugu. Jika dibandingkan dengan tugu Bancar yang sekarang, yang dulu jelas lebih keren, tinggi, dan gagah. Ada plakat penanda bangunan di sisi barat, bunyinya: Tugu Peringatan Hari Kebangunan Nasional Setengah Abad, 20-5-1908 --- 20-5-1958. Tugu tersebut berada di tengah pertigaan, kalau ke barat arah alun-alun, ke selatan arah ke Bojong, ke utara sedikit lalu ke timur, itu, arah menuju Penaruban dan Jatisaba. Jadi kalau mau ke Penaruban, Rumah Sakit Trenggiling, Kaligondang, harus lewat depan gedung pengadilan, Pasar Bancar, belok kiri.

Oleh sebab letak dan nilai sejarahnya itulah, maka Tugu PHKN (Peringatan Hari Kebangunan Nasional) ke 50, terabadikan dalam logo STM YPT Purbalingga, sekarang SMK YPT 1 Purbalingga. Hari Kebangunan Nasional, sekarang diubah menjadi Hari Kebangkitan Nasional. 

Beda pimpinan, beda selera. Ternyata tugu bersejarah yang peresmiannya tahun 1958 itu, dengan sengaja dibongkar, praktis hanya plakat dan bentuknya saja yang sepertinya terselamatkan. Dan ketika mencoba membangun kembali Tugu PHKN, hasilnya kurang sreg, baik tempat maupun ukurannya. Akhirnya tugu yang sekarang itu, di samping sudah kehilangan ukuran aslinya, juga kehilangan roh sejarahnya. Jadi tugu PHKN yang sekarang, yang ada di taman Maerakaca itu, adalah tugu duplikat yang ternyata tidak sesuai  dengan ukuran aslinya. 

Nasib.

.

"Dulu, pernah duduk-duduk di bawah tugu, Pak?"

"Ya, sering banget!"

"Kok, sering banget, kenapa?"

"Lho, saya tahun 1972 - 1974 sekolah di STM YPT Purbalingga, itu!"

"Oh, jadi pernah bersahabat dengan almarhum Tugu PHKN yang asli ya?"

"Ya, begitulah! Kalau jam istirahat, keluar kelas, boleh nongkrong di tugu!"

"Nostalgia, ya Pak?"

"Iya!"

.

Nuwun

====

.

Sabtu, 19 Desember 2020

AKU TERJEBAK

Cerita Remaja
AKU TERJEBAK
toto endargo

Sebel!
Dunia remaja adalah dunia yang unik. 
Petualangan awal dari perasaan mereka dalam hubungan batin antara pria dan wanita. Rasa sayang tidak hanya membuat hati bahagia tapi kadang menghadirkan pula rasa resah, sedih, cemburu, marah, bahkan sampai rasa putus asa. Cemburu adalah masalah utama bagi ramaja.
.
Melihat jabat erat Krisna terhadap Ratna, rasa cemburu menyergap perasaan Nissa. Itulah awal mula diamnya Nissa terhadap Krisna.
“Uh, erat benar genggamanmu ke tangan Ratna!” sewot suara Nissa, setelah Ratna berlalu.
“Tidaklah! Nissa, tolong jangan menuduhku seperti itu!” pinta Krisna segera.
Dan enam menit kemudian kata itu diulangi.
“Erat benar genggamanmu ke tangan Ratna!” kata Nissa menyindir Krisna untuk yang ke tiga kalinya.
“Nissa, tolong hentikan tuduhanmu itu!” pinta Krisna kemudian, menghiba.
“Terserah aku!” jawab Nissa sambil berlalu. Krisna tertegun.
.

Rabu, 16 Desember 2020

SAYA PUN CAKEP

Cerita Remaja 
SAYA PUN CAKEP 
toto endargo 

Senin, 15 Agustus 2005 
Lapangan upacara SMP Negeri 2 Purbalingga 
"Kenapa dalam anggota Paskibra ini ada nama Galih? Bikin resah saja!" gerutu Nunik, sesaat setelah lirikan matanya menatap wujud Galih! 
“Kenapa pula aku jadi tak suka padanya?” tanyanya dalam hati, “Apa salahnya?” 
Pokoknya sebel! 
Siang itu, bagi Nunik, siang yang sangat menyebalkan. Latihan upacara begitu melelahkan! Langit sangat cerah, menjadikan tak seberkaspun sinar matahari terhambat untuk sampai ke bumi. 
Suhu udara menjadi menyengat! 
Panas!
Beruntung bagi Nunik karena ia kebagian peran khusus, peran yang tidak harus berpanas-panasan dalam latihan upacara ini. Nunik masih sempat berteduh di bawah pohon glodhogan di tepi lapangan. Rugi kan, kalau kepanasan! Nunik dapat menjadi bertambah hitam, bahkan mungkin bisa menjadi wulung, karena gosong. Padahal bagi remaja putri, kulit gosong bukan hal yang diinginkan. Hehe..., maunya tetap mulus. Kalaupun hitam itu karena takdir saja. Bagi Nunik hitampun, dia tetap cakep, manis. Walau cakep tapi tetap tak boleh menggerutu, kan! 
Biar! 
Menyebalkan! 

Minggu, 13 Desember 2020

SENYUM DI JEMARIMU

Cerita Remaja
SENYUM DI JEMARIMU
toto endargo

Bandung.
pagi yang berlangit biru menghiasi wajah kota Bandung
sejuk dan damai
gedung Museum Geologi berdiri anggun
dengan wajah tegar menyambutku ramah
aku berdoa dalam hati
"Semoga di gedung ini aku mempunyai kenangan yang indah!"
Pirus Ari Kinanti gadis manis tetangga kelasku
aku terpesona olehnya
"Pirus pagi ini aku menikmati kembali senyum manismu"
kata hatiku perlahan ketika aku menatapmu di halaman Museum Geologi,
ah, ruang dadaku terasa menjadi lapang
hari ini, sampai saat ini telah tiga kali aku mendapat senyummu

Rabu, 11 November 2020

TERIMA KASIH, ARYA

Cerita Remaja
TERIMA KASIH, ARYA 
toto endargo

Bulan Januari.
Di bulan Januari ini aku sangat berharap, segera hadirnya bulan Februari.
Dengan penuh harap.
Harapanku, semoga di hari valentine aku mendapatkan sesuatu yang istimewa.
Istimewa! 
.
Ya, sesuatu yang istimewa.
Khusus, spesial untukku!
Hanya untukku!
.

AKU TERTUNDUK

Cerita Remaja
AKU TERTUNDUK
Toto Endargo


Aku benci Bisma! Pokoknya benci!
Anaknya sih lumayan, bisa dikatakan cakep, tinggi sekitar 160 cm, kulitnya kuning langsat, rambutnya pekat, alisnya tebal, hidungnya bagus banget, jarang orang punya hidung macam dia, suaranya biasa-biasa. Atletis, bisa memetik gitar, bisa menyanyi, kadang bisa juga mengarang cerita lucu. Wajar jika banyak gadis bilang bahwa Bisma adalah cowok idaman. Sungguh aku pernah berkhayal jadi teman dekatnya. Masih dalam khayalan sih. Dan kupikir bukan hanya aku yang berhayal seperti itu. Wajarkan seorang gadis tertarik dengan seorang jejaka? Apalagi kepada Bisma! Byuh!
===

Minggu, 08 November 2020

AKHIR ASAKU

Cerita remaja
AKHIR ASAKU
Toto Endargo


   SMP Negeri 2 Purbalingga, punya semacam selasar atau serambi yang panjang, dari ujung utara dekat Ruang Tata Usaha sampai kelas 3F di dekat Ruang Laboratorium IPA. Serambi atau emperan kelas tempat para siswa berjalan, hilir mudik keluar ataupun masuk kelas. Serambi kelas Tiga C, punya kenangan yang tidak dapat kuhilangkan dari ceruk terdalam ingatanku. Remaja putri yang kukagumi ternyata terlalu cantik untukku.

Kamis, 29 Oktober 2020

ITU BUKAN CINTA, CI

Cerita Remaja
ITU BUKAN CINTA, CI
Toto Endargo

   Lapangan Basket SMP Negeri 2 Purbalingga. Di bawah pohon Glodogan yang tak lagi menjulang tinggi, terdengar suara dentum bola basket membentur lantai berkali-kali. Juga suara jedher ring basket yang sedikit berisik saat tertimpa bola, bagai musik khas di lapangan depan perpustakaan itu. Sore yang cerah untuk latihan bola basket.

Selasa, 19 Desember 2017

MAJAPAHIT, MANGUNEGARA, CITRAKUSUMA

MAJAPAHIT, MANGUNEGARA, CITRAKUSUMA
Toto Endargo

Kisah ini menarik sebab mengungkapkan sisi lain dari perjuangan Pangeran Diponegoro saat memasuki wilayah Purbalingga sampai dengan keberadaan sebuah trah yang menjadi penduduk utama Dusun Citrakusuma.
***
Mangundirana - Singanegara
   Majapahit. Nama Majapahit ternyata tidak hanya nama sebuah kerajaan besar tapi juga sebuah dusun kecil di sekitar Desa Onje, Kabupaten Purbalingga. Hanya sebuah dusun kecil dan kini masuk wilayah Desa Karangturi, namanya Dukuh Majapahit. Dusun Majapahit bersebelahan dengan Dusun Banawati. Tempatnya persis menjelang belokan luar Sungai Klawing. Berseberangan dengan Dusun Mesir. Kalau Mesir seperti dipeluk Sungai Klawing, Dusun Majapahit di luar pelukan itu. 
Seperti dusun-dusun di sekitarnya, dusun ini dipenuhi dengan pohon-pohon tinggi semacam kelapa, dukuh, jengkol, sengon dan lain-lain. Ada sawah walau sedikit tapi subur. Pengairan lancar karena ada saluran irigasi dari bendungan Kali Paku, dhawuhan Kedhung Keder di Dusun Citrakusuma. Air mengalir membelah dusun Tuanwisa, Pesawahan dan berakhir di Majapahit.

Rabu, 15 Maret 2017

SEBUAH PUISI UNTUK TYAS

Cerita Remaja
SEBUAH PUISI UNTUK TYAS
Toto Endargo

SMP Negeri 2 Purbalingga, April 2003.
Di Perumahan Penambongan. Malam hari. Di kamarnya.
“Benarkah Pekik menyukai aku?” kata hati Tyas. Terbayang wajah Pekik Pamungkas di angannya. Bibirnya berkemik, lirih sekali ia menyebut nama pemuda ABG itu. Pekik siang tadi telah menulis puisi untuknya. Dan saat ini sebuah senyum membayang di bibir Tyas. Sebuah buku yang tampak tidak bermutu karena penuh dengan coretan dan tulisan asal-asalan ada di depannya.
===
Empat hari pada pekan ini bagaikan ada sebuah pesta. Di SMP Negeri 2 Purbalingga, di bulan April 2003. Sekolah menyajikan berbagai lomba olah raga dan seni. Kegiatan mid semester genap. OSIS menyelenggarakan berbagai lomba atau pertandingan antar kelas, juga antar individu. Bidang akademis, bidang seni maupun olahraga. Seluruh siswa diberi kesempatan untuk memilih menu kegiatan apa yang mereka mampu dan sukai.

Selasa, 14 Maret 2017

IBUMU LAGI

Cerita Remaja
IBUMU LAGI
Toto Endargo


SMP Negeri 2 Purbalingga
Kisah sekitar tahun 2005. “Bahwa cinta tak pandang usia” begitu kata hati Etha. Maka tak heran gadis manis yang bernama Etha ini jatuh hati kepada adik kelasnya. “Rasanya naif banget. Ah, peduli amat!! Menurut UUD 1945, setiap warga negara berhak berserikat dan berkumpul, tentu berhak pula memilih idaman hati” tekad Etha.
Mulanya cukup konyol. Saat pelajaran PPKn, guru menerangkan tentang contoh hak warga negara baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hanya karena iseng. Ketika mendengar kata luar negeri, Etha jadi melamun. Membayangkan punya pujaan hati orang bule. Busyet seperti artis. Etha yang duduk di bangku depan, dekat pintu kelas, segera menundukkan kepala, memejamkan mata dan berdoa, “Ya Allah berilah hamba seorang cowok yang cakep dan baik hati, syukur bule”.
    Sebelas detik kemudian Etha membuka matanya .. byar!

Kamis, 09 Maret 2017

KETIKA PERHATIANMU BERCABANG

Cerita Remaja
KETIKA PERHATIANMU BERCABANG
      Toto Endargo

SMP Negeri 2 Purbalingga.
Tahun 2000. Kelas IIIE. Kelas di pojok utara. Ada kolam ikan di depan kelas. Bambu kodok dengan daun berwarna hijau, andong merah, puring, kangkung-kangkungan, bunga soka di sekeliling kolam dan pakis Alai (asplenium tenerum) yang menempel di batu karang buatan membuat suasana kelas begitu berkesan.
Hari Selasa.
“Untuk siapa?” tanyaku kepada Laras. Ia memohon dan menjajariku di koridor kelas. Aku sedang berjalan ke selatan, ke perpustakaan, saat istirahat kedua.
“Untuk Wiranto!” jawab Laras datar. Wajahnya polos tanpa dosa. Sementara dadaku berdesir. Ada rasa tak suka seketika menggedor-gedor dadaku.
“Untuk Wiranto Adi, kelas IIIC?” tanyaku agak sedikit nada menyelidik.
“Iya! Kenapa?” pertanyaan Laras seperti penuh tekanan pada kata kenapa. Aku menunduk perlahan. Ada cemburu menyentuh kalbu.
===

GOMANG BISA

Cerita Anak
Gomang Bisa!
Toto Endargo

Gomang sendirian di kamarnya. Ia sedang bicara sendiri di depan cermin. Bentuk mulutnya di atur-atur. Dimancungkan, dipleotkan, dan kemudian bibirnya ditarik ke belakang. Di saat lain bibirnya dibuatnya seperti corong. Lucu. Itulah Gomang di waktu kecil, saat berumur kurang lebih tiga tahun.
Ada kebiasaan khas yang selalu dilakukannya, yaitu memperhatikan orang lain yang sedang sibuk. Lalu dia merasa dapat mengerjakan apa yang dilakukan oleh orang yang diperhatikannya itu.
Suatu hari ia memperhatikan pak tukang menggergaji bambu untuk memperbaiki pagar. Segera saja ia bicara, “Gomang, bisa! Gomang, bisaa!” katanya sambil mendekat dan minta gergaji yang dipakai pak tukang. Ia pun mencoba memotong bambu. Tentu saja tenaga dan keterampilannya belum memadai. Ia berkutat sampai beberapa lama. Ngotot memegang gergaji dan tidak memberikan kesempatan pak tukang untuk meneruskan pekerjaannya. Tentu saja membuat orang lain kesal. Demikianlah kurang lebih kebiasaan khas si Gomang sehari-hari.

Senin, 06 Maret 2017

KUDA PINTU

Cerita Anak
Kuda Pintu
Toto Endargo

Pulang sekolah Gomang segera meletakkan tas sekolahnya di lantai, di pojok kamar. Bagian dari kebiasaan buruk yang dilakukannya setiap hari. Celana dan baju sekolah dilemparkan saja di depan kamar mandi. Ibunya setiap kali harus menasehatinya agar dapat berlaku baik dan tertib. Tapi kebiasaan buruk ini tidak juga berangsur baik, tetap dilakukannya tiap hari dan setiap kali. Dengan demikian setiap kali pula ibunya hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.

Kamis, 24 November 2016

BUKU ONCEN-ONCEN ANYAR

BUKU ONCEN-ONCEN ANYAR
Toto Endargo

Sekitar tahun 1962-1968 saya duduk di bangku kelas I SR sampai kelas VI SD. Kelas I, sekolahan saya di Dusun Tjitrakusuma, atau disebut sebagai Traksuma. Namanya masih Sekolah Rakyat. Guru saya Pak Sangid, sudah sepuh. Kalau ngajar ngasta tuding, membawa bilah bambu. Diajar masih menggunakan sabak dan grip. Sabak dan grip berwarna hitam, konon dibuat dari serpihan batu yang dipadatkan. Sabak berbingkai kayu. grip adalah alat tulis semacam pensil.
Kelas II.
Di kelas II ini sekolahan yang di Citrakusuma ditinggalkan. Pindah ke sekolah baru yang ada di tepi lapangan, di dekat Dusun Jambangan dan di tepi jalan yang menuju dusun Serang. Sebelah utara sekolahan ada gudang mbako, milik PT GMIT (Gading Mas Indonesian Tobacco). Di kelas II ini, setiap hari, sebagai bahasa pengantarnya adalah bahasa Jawa, ngoko diselingi krama. Meja di kelas baru sudah menggunakan meja dan kursi yang terpisah. Di Citrakusuma bangkunya pakai meja gandheng, mejanya gandheng dengan tempat duduknya.

Sabtu, 19 November 2016

JATISABA NAN KLASIK

JATISABA NAN KLASIK
Toto Endargo

Naskah awal dari Mas Anifuddin Azis
Kisah Klasik untuk Masa Depan (1)
   Copas: 26 April 2010 Jam 19:13

    SMP Negeri 2 Purbalingga, Jatisaba, akhir tahun 1990.
Jatisaba! Nama sebuah desa yang terasa asing dan mungkin karena letaknya yang terasa jauh sekali. Iya, Jatisaba! Kata “jati” saja sudah merujuk pada kata yang umum dihubungkan dengan hutan jati. Mungkinkah Desa Jatisaba banyak pohon jatinya? Sebuah angan-angan di benakku. Lalu ada kata “saba”, saba dalam bahasa Banyumas berarti; “pergi ke segala arah yang tak jelas untuk mencari sesuatu”. Jadi ketika menyebut nama Desa Jatisaba maka bayangan saya adalah sebuah desa yang sangat jauh dan masih banyak pohonnya seperti hutan jati.
Jatisaba, adalah nama desa dimana saya harus sekolah saat di kelas dua. Untuk diketahui bahwa SMP Negeri 2 Purbalingga punya kelas jauh, artinya kelas yang tidak menyatu dengan kelas induknya, tidak di Jalan Letkol Isdiman 194 Purbalingga, tapi letak kelasnya di Desa Jatisaba. Tradisinya yang diatur untuk diajar di kelas jauh adalah mereka yang duduk di kelas dua. Kelas satu dan kelas tiga tetap di sekolah induk.

Kamis, 17 November 2016

MEMILIH LAGU “SEMPURNA”

Cerita Remaja
MEMILIH LAGU “SEMPURNA”
Toto Endargo

Orang kalau suka, yang biasapun manjadi luar biasa, yang tak sempurna harus pula kukatakan sempurna. Gadis kuning langsat berambut sepinggang ini sungguh mengagumkan. Ubo rampe atau hal-hal yang ada di wajahnya semua serba sederhana. Hidung tak mancung, bibir juga wajar. Dan aku sungguh mengagumi pipinya yang tampak halus, dan pipinya sebagian dihiasi oleh rambut lembut di sekitar depan telinganya. Ada gerai rambut yang sedikit berombak dan menjambul di atas dahinya. Rasanya semua serba serasi. Sempurna!
Kinanti kaulah gadis paling kukagumi di sekolah kita yang tercinta ini. Gadis yang tidak banyak tingkah tapi prestasi akademisnya mampu mengalahkan aku. Tidak suka olah raga namun semua jenis olahraga yang diajarkan di sekolah ia mampu menghayatinya dengan baik.

Senin, 24 Oktober 2016

KETIKA KAU TERLUKA

Cerita Remaja
KETIKA KAU TERLUKA
Toto Endargo

“Aku tidak suka!” gerutu Brama dengan geram. Perasaannya tersinggung. Cinta membuatnya cemburu. Dadanya bergolak dan membuat ia seakan sulit bernafas. “Tidak boleh kubiarkan! Harus kuurus sebelum berlanjut”.

SMP Negeri 2 Purbalingga, Maret 2003.
Sore itu langit begitu cerah.
Musim hujan sudah mulai reda. Mungkin kemarau segera akan datang kembali. Bulan Maret, bulan dimana hujan mulai seret. Di jalan Letkol Isdiman berjalan dua remaja putri, Wilis dan Wangi. Keduanya cantik.
Cantik menurut ukuran Brama. Bukankah cantik itu relatif? Tiap orang punya pandangan sendiri-sendiri. Yang cantik buat Brama belum tentu cantik buat orang lain, begitupun sebaliknya. Tapi rasanya bukan hanya Brama saja yang mengakui kecantikan Wilis.  Semua akan setuju bahwa Wilis cantik. Pak Toto juga pernah berkata bahwa Wilis cantik, padahal Pak Toto jarang sekali mengatakan seseorang itu cantik. Jadi pendapat Pak Toto dapat dijadikan pedoman bahwa kecantikan Wilis bersifat obyektif. He, he!

Selasa, 09 Agustus 2016

HARUS AKU

Cerita Remaja
HARUS AKU
Oleh: Toto Endargo
Serambi kelas menjadi meriah saat kelompok Indra memenuhi bagian sekolah yang sempit itu. Serambi kelas adalah emperan panjang di depan kelas. Jika lengang di serampi kelas ini akan terlihat jajaran tiang besi bulat penyangga emperan rapi bagaikan garis-garis matematika di saat membicarakan garis sejajar.
Sementara ada bangku kayu panjang tempat enam atau tujuh anak duduk bercengkerama, duduk berjajar, ada di depan setiap kelas. Pemandangan yang mengesankan!
“Tolak dia!“ kata Siska Saridevi kepada Indra Jatmiko. Indra  menggelengkan kepala, tidak menyangka bahwa Siska tergolong wanita yang cukup keras dalam bersikap.
“Kenapa harus ditolak?” tanya Indra  pelahan, “Bukankah kita, semuanya punya hak yang sama untuk berkreasi!” kata Indra selanjutnya.
“Iya! Tapi kau sebagai ketua kelas, juga punya hak untuk menolak dan menerima naskah yang pantas!“ sergah Siska sewot.

Minggu, 10 April 2016

KESANDUNG KAMAR KECIL

Cerita Remaja
 KESANDUNG KAMAR KECIL
Toto Endargo

SMP Negeri 2 Purbalingga. Kelas 8B, tahun 2011.
Sekolah yang kusayangi ternyata memberiku banyak memori. Mengesankan. Kesan indah, kesan konyol dan berbagai kesan yang lain. Semua kesan muncul seiring dengan komunitas yang ada di sekolah seperti teman, guru dan situasi sekolah. Tahun 2011/2012, ada dua guru yang harus terlibat dalam cerita ini. Bu Dra. Rudi Mulyatiningsih, M.Pd. dan Pak Bambang Singgih, S.Pd.