VISI
DAN MOTTO PURBALINGGA
Toto Endargo
Purbalingga dengan sifat dan perilaku yang "perwira" pasti bisa berkarya secara mandiri dan berdaya saing tinggi. Sifat "perwira" adalah potensi laten, yang secara lahir dan batin dapat menjadi bekal dan modal besar untuk berjuang menuju masyarakat sejahtera yang berakhlak mulia.
Purbalingga dengan sifat dan perilaku yang "perwira" pasti bisa berkarya secara mandiri dan berdaya saing tinggi. Sifat "perwira" adalah potensi laten, yang secara lahir dan batin dapat menjadi bekal dan modal besar untuk berjuang menuju masyarakat sejahtera yang berakhlak mulia.
![]() |
| Pendapa Kab. Purbalingga |
Secara geografis Purbalingga
di posisi 101011’ – 109035’ Bujur Timur, 7010’
– 7029’ Lintang Selatan. Dikelilingi oleh Kabupaten Pemalang, Pekalongan,
Banjarnegara dan Banyumas. Luasnya sekitar 77.764 Ha, terdiri dari 18
kecamatan, 224 desa, 15 kelurahan, 886 dusun, 1.544 RW,
dan 5.051 RT. Wilayah yang selalu dihiasi oleh tegapnya Gunung Slamet
dan liukkan Sungai Klawing.
Kabupaten Purbalingga
memiliki hari jadi, 18 Desember 1830. Padahal Perang Bithing, tercatat terjadi pada
tahun 1830, saat itu pasukan Purbalingga menghalau pasukan Diponegoro, Perang
Diponegoro tahun 1825-1830. Dan saat Perang Bithing R.T. Bratasudira sudah memerintah
Purbalingga sebagai bupati ke 3. Pasukan Purbalingga dipimpin oleh Raden Mas
Tarunakusuma, adik kandung Bupati Purbalingga saat itu. Jadi hari jadi
Purbalingga bisa dikatakan ditetapkan justru di saat kadipaten ini sudah berdiri
lama sebab bupati pertamanya, R.T. Dipoyudo III memerintah pada tahun 1759 –
1787. Kenapa? Tentu ada alasan sejarah tertentu yang diyakini oleh yang
berwenang.
![]() |
| Lambang Kab. Purbalingga |
Kepala Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016-2021, H. Tasdi, SH, MM. juga memiliki visi yaitu: "Purbalingga yang Mandiri dan Berdaya Saing Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia"
Jika setiap kepala daerah
punya visi dan misi maka setiap daerah yang dipimpinnya juga punya moto, motto.
Kata motto aslinya dari Bahasa Inggris. Motto adalah kata-kata sebagai semboyan
yang menggambarkan semangat, dan tujuan dari suatu daerah pemerintahan.
Setiap pemerintah kabupaten memiliki
motto sebagai kebanggaan lokal. Misal; Banyumas SATRIA - Sehat, Aman, Tertib,
Rapi, Indah dan Asri; Cilacap BERCAHAYA - Bersih, Elok, Rapi, Ceria, Hijau, Aman, Jaya;
Banjarnegara GILAR-GILAR, dan Purbalingga PERWIRA.
Jaman bupati Drs Sularno, tahun
1989-1999, motto Purbalingga adalah TIBAN ABADI, Tertib, Indah, Bersih, Aman, Nyaman,
Akar Budaya Asli Daerah Ini. Banyak yang tak berkenan dengan motto ini maka ketika
ganti bupati ganti pula motto daerah. Kabupaten Banjarnegara yang mottonya
Gilar-gilar, itu bukan akronim, bukan kependekan dari beberapa kata.
Purbalingga memilih kata PERWIRA. Kepanjangannya apa? Kenapa Perwira?
Purbalingga memilih kata PERWIRA. Kepanjangannya apa? Kenapa Perwira?
Perwira sendiri adalah
sebuah kata utuh yang memiliki arti; “gagah
berani” atau dapat juga diartikan sebagai “pahlawan”. Jadi Purbalingga Perwira dapat dimaknai bahwa
Purbalingga memiliki jiwa yang gagah berani seperti jiwa para pahlawan bangsa.
Salah satu pahlawan bangsa, Jendral Besar Sudirman juga lahir di Purbalingga.
Jadi kata PERWIRA terasa pas menjadi motto daerah.
Dari enam kata terpilih, kepanjangan dari kata perwira, ternyata hanya memiliki satu kata sifat-kerja, sifat aktif, yaitu kata “pengabdian”. Sedang kata yang lain adalah kata sifat-dasar, sifat pasif, yaitu “ramah, wibawa, iman, rapi, aman”. Ramah, Wibawa, Iman menjadi karakter, sifat sumber daya manusia yang ada di Purbalingga. Rapi dan Aman adalah hasil aktivitas sumberdaya manusia yang ada. Berikut ini adalah serba sedikit keterangan dari tiap kata yang dikandung oleh kata PERWIRA, motto Kabupaten Purbalingga.
Dari enam kata terpilih, kepanjangan dari kata perwira, ternyata hanya memiliki satu kata sifat-kerja, sifat aktif, yaitu kata “pengabdian”. Sedang kata yang lain adalah kata sifat-dasar, sifat pasif, yaitu “ramah, wibawa, iman, rapi, aman”. Ramah, Wibawa, Iman menjadi karakter, sifat sumber daya manusia yang ada di Purbalingga. Rapi dan Aman adalah hasil aktivitas sumberdaya manusia yang ada. Berikut ini adalah serba sedikit keterangan dari tiap kata yang dikandung oleh kata PERWIRA, motto Kabupaten Purbalingga.
Pengabdian, dari kata abdi.
Pengabdian adalah proses atau perbuatan mengabdi, membaktikan diri bagi sesuatu
yang dihormati. Mengabdikan diri dalam bentuk tenaga, pikiran, saran dan
tindakan. Pengabdian merupakan perwujudan dari kesetiaan dan rasa
bertanggungjawab untuk kebaikan bersama yang dilakukan dengan ikhlas.
Ramah, adalah perilaku yang mengesankan,
manis tutur kata dan sikapnya, baik hati dan menarik budi bahasanya, suka
bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan.
Wibawa, adalah sikap dan tingkah
laku yang mengandung kepemimpinan. Penuh daya tarik dan memiliki pembawaan
untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain sehingga sikap dan perilakunya
dihormati orang lain.
Iman, kepercayaan yang
berkenaan dengan agama; keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab,
dan sebagainya. Orang beriman berarti memiliki ketetapan hati, keteguhan dan
keseimbangan batin.
Rapi, adalah keadaan atau
suasana yang baik, teratur, dan bersih. Jika menyangkut pekerjaan maka akan
terlaksana serba-beres dan menyenangkan, dikerjakan sebagaimana mestinya dan tidak
asal saja.
Aman, keadaan dan kondisi
yang bebas dari bahaya dan gangguan. Hal-hal
yang bersifat penting akan terlindungi dengan pasti. Aman dapat juga berarti
bahwa tidak mengandung risiko, tenteram, tidak menimbulkan rasa takut atau
khawatir.
Dari uraian di atas kiranya
visi dan motto yang ada di Purbalingga sudah singkron. Purbalingga dengan sifat
dan perilaku yang "perwira" pasti bisa berkarya secara mandiri dan berdaya saing tinggi.
Sifat perwira adalah potensi laten, yang secara lahir dan batin dapat menjadi
bekal dan modal besar untuk berjuang menuju masyarakat sejahtera yang berakhlak
mulia.
Nama Purbalingga sendiri terdiri
dari kata “purba” dan “lingga”. Dari nama ini sudah terbayang
bahwa daerah ini merupakan daerah purba, kuno. Artinya sejak jaman dahulu wilayah
ini sudah memiliki kebudayaan yang mapan. Hal tersebut terbukti bahwa di Purbalingga
terdapat berbagai peninggalan kebudayaan dari masa lalu, dari jaman purba. Ini
berarti bahwa sejak jaman purba, Purbalingga sudah maju kebudayaannya.
Kata “lingga” diambil dari Basa Jawa kuno. Ada beberapa arti untuk kata
lingga, bisa berarti badan, tanda kelaki-lakian Dewa Siwa, bidang tegak yang berbentuk
tiang atau pilar, dan lingga juga berarti lambang kesuburan. Jadi kata “lingga” dapat diartikan bahwa wilayah
Purbalingga sejak jaman dahulu menjadi wilayah yang subur dan menjadi penyangga
kesejahteraan daerah. Jika lingga adalah lambang yang berhubungan dengan Dewa
Siwa berarti sudah jaman kuna-makuna Purbalingga memiliki masyarakat yang
religius.
Sering dikatakan bahwa nama adalah
sebuah doa dan harapan, maka nama Purbalingga pun mengandung doa dan harapan. Doa dan harapan agar wilayah ini menjadi daerah yang berbudaya maju, tanahnya subur, rakyatnya
makmur, beradat religius, selamanya, sejak jaman dahulu sampai akhir jaman.
Semoga kesadaran akan
kenyataan bahwa ada eksistensi kejayaan yang tersirat dalam kata “purba-lingga”, dapat memotivasi masyarakat Purbalingga untuk terus maju menggapai prestasi
yang membanggakan demi masa depan bersama yang lebih gemilang.
Demikianlah sekedar bicara
tentang visi dan motto daerah. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan
dan bermanfaat bagi kita.
Aamiin.
*) belum punya foto yang ada tulisannya PURBALINGGA PERWIRA.
*) Maturnuwun untuk Mas Anifuddin Azis atas kepanjangan ABADi-nya.
*) belum punya foto yang ada tulisannya PURBALINGGA PERWIRA.
*) Maturnuwun untuk Mas Anifuddin Azis atas kepanjangan ABADi-nya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar