Cerita Remaja
BUKIT BERBUNGA
Toto Endargo
Ini kisah yang terjadi pada awal tahun 1992.
Kemanjaan anak perempuan kadang membuat repot orang lain. Adalah si Noni, saat sore menjelang senja minta sate ayam. Repot! Uang bukan masalah, masalahnya justru karena penjual sate ayam ada di tengah kota.
“Armand” panggil Pak Supono kepada anaknya yang gantheng, tiru bapaknya.
“Dalem, Pak” jawab Armand sopan. Bapaknya memberinya uang lima ribu rupiah. Armand menerima dengan enggan.
“Mesti disuruh! Disuruh apalagi sore-sore begini?” gerutunya dalam hati.
“Adikmu, Noni, minta sate ayam. Tolong dibelikan! Beli tiga puluh sindik!” perintah bapaknya.
“Nggih Pak!” jawabnya.
Tapi di hati ia berkata, “Awas, Noni! Gara-gara kamu saya jadi gentayangan, sepedahan ke tengah kota” Gerutunya.
Dengan rasa enggan jam empat seperempat sore dia mengayuh sepeda ke tengah kota.
Dengan rasa enggan jam empat seperempat sore dia mengayuh sepeda ke tengah kota.
.jpg)
.jpg)

