Jumat, 16 Desember 2016

VISI DAN MOTTO PURBALINGGA

VISI DAN MOTTO PURBALINGGA
Toto Endargo

Purbalingga dengan sifat dan perilaku yang "perwira" pasti bisa berkarya secara mandiri dan berdaya saing tinggi. Sifat "perwira" adalah potensi laten, yang secara lahir dan batin dapat menjadi bekal dan modal besar untuk berjuang menuju masyarakat sejahtera yang berakhlak mulia.

Pendapa Kab. Purbalingga
   Membicarakan visi dan motto Purbalingga di bulan Desember 2016 rasanya sangat pas sebab saatnya Purbalingga berulang tahun yang ke 186. Visi dan motto yang ada di Purbalingga harus singkron antar keduanya.
Secara geografis Purbalingga di posisi 101011’ – 109035’ Bujur Timur, 7010’ – 7029’ Lintang Selatan. Dikelilingi oleh Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Banjarnegara dan Banyumas. Luasnya sekitar 77.764 Ha, terdiri dari 18 kecamatan, 224 desa, 15 kelurahan, 886 dusun, 1.544 RW, dan 5.051 RT. Wilayah yang selalu dihiasi oleh tegapnya Gunung Slamet dan liukkan Sungai Klawing.
Kabupaten Purbalingga memiliki hari jadi, 18 Desember 1830. Padahal Perang Bithing, tercatat terjadi pada tahun 1830, saat itu pasukan Purbalingga menghalau pasukan Diponegoro, Perang Diponegoro tahun 1825-1830. Dan saat Perang Bithing R.T. Bratasudira sudah memerintah Purbalingga sebagai bupati ke 3. Pasukan Purbalingga dipimpin oleh Raden Mas Tarunakusuma, adik kandung Bupati Purbalingga saat itu. Jadi hari jadi Purbalingga bisa dikatakan ditetapkan justru di saat kadipaten ini sudah berdiri lama sebab bupati pertamanya, R.T. Dipoyudo III memerintah pada tahun 1759 – 1787. Kenapa? Tentu ada alasan sejarah tertentu yang diyakini oleh yang berwenang.

Selasa, 13 Desember 2016

MERUNUT SI ADI DEMEN BATU

MERUNUT SI ADI DEMEN BATU
Toto Endargo

Akronim Sebakso, dari kata. 
"Salah, Baik dan Solusi”, atau dari kata "Sebab, Akibat, dan Solusi” 
Sebab di dunia pendidikan siswa harus punya pikiran kritis dan berimbang 
dalam mencermati setiap persoalan.
   
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
   Dulu di tahun 1983-an, saya sering bersama para Pramuka berkegiatan di seantero Kabupaten Purbalingga. Di antaranya saya pernah ikut ubyang-ubyung dengan Saka Bhayangkara. Duuluuu! 
Logo Saka Bhayangkara
   Satuan Karya Bhayangkara, atau Saka Bhayangkara dibentuk dan didirikan sebagai wadah pendidikan kepramukaan non formal dibawah kwartir dan Kepolisian RI, menjadi wujud nyata kemitraan Polri dengan masyarakat. Karena di Purbalingga, maka kami langsung dibina oleh Polres Purbalingga, bukan Polsek. Pembinanya minimal dua orang yaitu Kak Sumarto, piyayi Kembaran Kulon, dan Kak Samijan, yang rumahnya di barat Permen Davos, antara Kandanggampang atau Purbalingga Lor. Tempat kegiatannya di tangsi, tepatnya asrama polisi, di Jalan Notosumarsono, di gedung dekat jalan masuk, sepertinya sekarang sudah dipetak-petak, salah satunya menjadi ruang untuk pengurusan BPKB. 
   Dalam kegiatan Pramuka Saka Bhayangkara ini, dikenalkan juga kegiatan RBC, Remaja Bhayangkara Club. Anggota RBC semestinya adalah para remaja anak-anak Polisi yang berusia sekitar 18-21 tahun. Tapi rupanya RBC sulit dibentuk, atau tepatnya sulit mendapatkan anggota yang mapan dan konsisten. Maka RBC Polres Purbalingga saat itupun terasa tidak eksis. Dalam kegiatan bertema RBC ini kami sempat berlatih kesenian di tangsi. Mas Tarko dari Selakambang, sempat bermain kendang di tengah ruangan.

Sabtu, 10 Desember 2016

ARYATI SELALU CINTA

ARYATI SELALU CINTA
Toto Endargo,S.IP

   Lirik lagu tahun 1950-an berbeda jauh dengan tahun 2010. 
Perilaku dan nuansa budaya cintanya jauh berbeda.

Ismail Marzuki
   Aryati Selalu Cinta, judul ini diambil dari dua buah judul lagu. Aryati, lagu gubahan Ismail Marzuki pada sekitar tahun 1950-an dan lagu Selalu Cinta dibawakan oleh Band Kotak, di-rilis dan terkenal mulai tahun 2010.
   Jika lagu dapat dianggap sebagai salah satu catatan budaya. Budaya pada masanya atau cerminan dari perilaku masyarakat pada saat lagu diciptakan maka akan kita dapati perilaku yang bertolak belakang, minimal ada perbedaan yang sangat nyata di antara keduanya.
   Jika dicermati terdapat hal yang unik dan menarik dari lirik kedua lagu ini. Unik karena memiliki syair yang khas tentang perasaan hati. Lagu Aryati adalah menggambarkan perasaan laki-laki yang mengagumi seorang perempuan yang bernama Aryati, sedang Selalu Cinta menggambarkan duka perasaan wanita yang dilukai oleh seorang laki-laki. Menarik karena yang satu menerima nasib walau belum terjadi, masih dalam mimpi, sedang yang satu seakan menyesali dengan semua yang telah terjadi dan menimpanya.