▼

Sabtu, 06 Juni 2015

PMR JIWA PALANG MERAH

LAGU PALANG MERAH REMAJA
JIWA PALANG MERAH - LIRIK

PRAMUKA SEDIKIT BICARA, BANYAK BEKERJA

LAGU PRAMUKA
SEDIKIT BICARA, BANYAK BEKERJA - LIRIK

Sabtu, 30 Mei 2015

Gendhing ELING ELING BANYUMASAN

GENDHING BANYUMASAN
ELING-ELING BANYUMASAN - LIRIK

Gendhing ILOGONDANG BANYUMASAN

GENDHING BANYUMASAN
ILOGONDHANG BANYUMASAN - LIRIK

PRAMUKA HYMNE JAMNAS 1991

LAGU PRAMUKA
HYMNE JAMNAS 91 - LIRIK

Selasa, 26 Mei 2015

Kamis, 21 Mei 2015

LOGO JAMBORE NASIONAL

Logo 
Jambore Nasional
Gerakan Pramuka Indonesia

LOGO JAMNAS 73


Selasa, 05 Mei 2015

GUNUNG KELIR, PUNTHUK SI KEMBAR

Gunung Kelir, Punthuk Si Kembar
Toto Endargo

GUNUNG KELIR, PUNTHUK SI KEMBAR
  Berbagi sedikit cerita ketika saya bersama Alumni 2004/2005 mendaki bukit di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga.
   Desa Serang lebih dikenal dengan kebun strowberynya dibandingkan dengan tempat wisata-barunya. Tempat wisata ini adalah hasil swasembada penduduk desa untuk membangun sebuah tempat wisata alam dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di Desa Serang dan sekitarnya. Tempat wisata baru ini diberi nama Lembah Asri.
  Menjadi lebih menarik sebab sesungguhnya Desa Serang, Desa Bambangan dan Desa Kutabawa adalah tiga nama desa yang sering disebut dalam hubungannya dengan pendakian Gunung Slamet. Ketiga desa ini dianggap sebagai desa-desa terakhir, home base untuk para pendaki sebelum naik ke Gunung Slamet. 
  Desa Serang terletak pada ketinggian sekitar seribu seratus meter di atas permukaan laut, wilayah yang sudah dapat disebut sebagai daerah dataran tinggi. Desa Serang memiliki iklim pegunungan yang sejuk, polusi udara nyaris tidak terasa, sehingga terasa nyaman dan menyegarkan.

Rabu, 04 Februari 2015

PAMALI

PAMALI
Toto Endargo
PETA WILAYAH YANG UNIK,
MEMILIKI LINGKARAN PAMALI

( totoendargo )

   Pamali atau pemali adalah bahasa Jawa, bahasa Banyumasnya “ila-ila” bahasa Indonesianya “tabu” artinya; hal yang dilarang, perbuatan yang tidak diperbolehkan. Setiap pamali ada sebab-musababnya, pamali umumnya adalah ekses dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan. Pamali berkecenderungan memiliki semacam “asbabun nuzul” yaitu peristiwa yang melatar-belakangi hadirnya pamali.
   Dalam kehidupan sehari-hari ada istilah “ora ilok” ada yang menyebutnya “ora elok”, artinya tidak bagus, tidak baik atau tidak pantas. Istilah “ora ilok” ini juga berupa larangan namun berbeda dengan pamali. Ora ilok adalah larangan terhadap perbuatan yang bisa mencelakakan diri sendiri, orang lain atau hal yang tak pantas dipandang secara norma kesopanan atau norma kesusilaan. Dapat dikatakan “ora ilok” berlaku secara universal, berlaku di sembarang tempat!
Contoh: "Ora ilok! Aja njagong neng ngarep lawang!". Artinya: "Tidak baik! Jangan duduk di depan pintu!"
Duduk di depan pintu jelas tidak bagus! Kenapa? Pertama mengganggu kalau ada orang lewat. Kedua kalau ada orang membawa barang misal nampan, jika tidak tahu dan tidak dilihatnya ada orang di depan pintu, maka pembawa nampan akan tersandung dan isi nampan bisa tumpah mengenai kepala orang yang duduk di depan pintu itu. Lagian orang duduk di depan pintu bisa terkena masuk angin, karena pintu adalah tempat keluar masuknya angin dari dan ke dalam rumah, sehingga angin di pintu akan berhembus lebih kencang.

Minggu, 25 Januari 2015

KALIGENTENG KANDANGBOLONG

KALIGENTENG KANDANGBOLONG
Toto Endargo
  
PETA JELAJAH RADEN KALIGENTENG
- totoendargo -
   Raden Kaligenteng adalah nama seorang tokoh kontroversial yang lahir di tlatah Purbalingga. Raden Kaligenteng dan Kali Pelus di Sokaraja adalah dua nama yang sangat berhubungan dalam cerita Babad Purbalingga - Sokaraja. 
   Kaligenteng bukan nama sungai tapi nama seorang pemuda sakti dari tlatah Purbalingga. Dalam cerita ini minimal ada tiga wilayah yang berada di tiga kabupaten yang perlu disebut dalam hubungannya dengan Raden Kaligenteng yaitu Purbalingga, Sokaraja, dan Watukumpul.
   Kisah antara keturunan dua orang bersaudara yang sama-sama memimpin sebuah wilayah tanah perdikan, dalam cerita tutur wilayah kekuasaan walaupun tidak teramat luas lazim disebut sebagai kadipaten. Saudara yang tua bernama Ki Jebugkusuma menjadi adipati di Sokaraja, dan yang muda bernama Ki Kertabangsa menjadi adipati di Bangsakerta, masuk wilayah Purbalingga.