Rabu, 04 Desember 2019

WARNA QUR’AN DOKTER TIFA


WARNA QUR’AN DOKTER TIFA
Toto Endargo

Qur'an telah memberikan deskripsi yang sempurna tentang kelahiran warna, yang hanya bisa dipahami dan dihargai oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan.

Warna adalah kesan yang diterima oleh mata akibat pantulan cahaya yang mengenai sebuah benda. Warna sebagai pantulan cahaya. Warna ada dimana-mana sebagai sebuah kebutuhan. Manusia butuh warna agar hidup menjadi lebih bersemangat, bergairah, berkesan dan lebih bahagia. Dan ternyata warna pada tumbuhan sangat erat hubungannya dengan kesehatan.
Sejarah warna sedikitnya diwarnai oleh teori yang dikembangkan oleh Aristoteles di abad 4 SM, Newton di tahun 1660, dan LeBlon di tahun 1722. Di abad 4 SM, saat itu hanya terdiri dari putih dan hitam atau gelap dan terang, dan berlaku sampai dua ribu tahun sampai datangnya penemuan baru oleh Sir Isaac Newton, dengan warna pelanginya. Newton mendokumentasikan rangkaian warna, dalam Bahasa Inggrisnya adalah ROYGBIV (Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, Violet = merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). Lalu dari LeBlon yang menemukan proses pencetakan warna dengan tiga warna dasar (primer) yaitu merah, kuning, biru untuk menghasilkan warna sekunder, yaitu hijau, ungu dan orange.

Kamis, 21 November 2019

BABAD JATI TUKUNG - #1


BABAD JATI TUKUNG - #1
Toto Endargo

Kecombrang, Sunda dan Onje
Kecombrang. Nama lain dari kecombrang adalah honje (Sunda), bongot (Bali) kincung (Sumatera Utara) asam celaka (Tanah Karo) patikala (Sulawesi Selatan) ada juga yang menyebutnya sebagai bunga rias dan kumbang sekkala. Kecombrang bunganya sangat elok, degradasi dari warna merah cerah dan berkombinasi dengan warna putih. Kecombrang adalah bentuk bunga dari tumbuhan yang bernama burus (etlingera elatior), kecombrang muncul setahun sekali dan akhirnya akan menjadi sebongkah biji-bijian yang berwarna menarik juga. Kecombrang di Banyumas digunakan sebagai sayuran, selain mengandung air juga terdapat nutrisi berupa: kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan zat besi.

BABAD JATI TUKUNG - #2

BABAD JATI TUKUNG - #2
Toto Endargo

Babad Onje.
Sejak kecil penulis sudah mengenal Babad Onje dan sedikit tentang Desa  Onje. Sekitar tahun 1964 sudah mengunjungi watu lumpang atau batu dakon, masjid onje yang masih berpandasi benteng batu, belum disemen. Mengunjungi pohon nangka, pohon blimbing, dan arca batu. Menikmati pemandangan orang menyeberang Kali Klawing, Kedhung Nini, Kedhung Dhukuh dan Kedhung Pertelu.  Kesan wingit sangat terasa. Penduduk desa belum sepadat sekarang. Air di sungai masih terasa sejuk dan sangat jernih. Arca batu masih di lahan kosong, di bawah pohon dukuh dan jauh dari rumah penduduk.

BABAD JATI TUKUNG - #3

BABAD JATI TUKUNG - #3
Toto Endargo

Pundhen Jati Ragas.
Jati adalah nama pohon yang punya kelebihan dibandingkan dengan pohon lain. Kayu jati lebih berharga, lebih kuat, lebih perkasa, lebih tahan terhadap lingkungan. Kayu jati menjadi bahan yang baik untuk bangunan dan perabotan. Istana kerajaan dan masjid besar sejak dahulu kala pasti memilih kayu jati sebagai bahan bangunan. Jadi jati adalah kayu istimewa, punya kedudukan tinggi. Ibarat masyarakat, dia adalah bagian masyarakat yang berkedudukan tinggi. Orang kebanyakan sering diibaratkan sebagai pohon jarak, maka ada ungkapan “Tunggak Jati mati, tunggak Jarak mrajak”.

BABAD JATI TUKUNG - #4

BABAD JATI TUKUNG - #4
Toto Endargo

Gunung Tukung
Gunung Tukung, mungkin tepatnya Bukit Tukung atau Igir Tukung. Letaknya di seberang timur Sungai Klawing, masuk wilayah Dusun Pagendolan, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Tinggi bukit ini hanya sekitar 200 meter dpl. (disebut gunung jika tingginya lebih dari 600 meter dpl.) membujur dari utara ke selatan. Penuh dengan tanaman keras seperti mahoni, albasika, sengon, kelapa, laban, waru laut, jati, dan bambu. Batas utara, di Dukuh Jendol, dan batas selatan, di Dukuh Mesir, panjangnya hanya sekitar satu setengah kilometer. Bukit Tukung diapit oleh lahan pesawahan tadah hujan. Sebenarnya diapit oleh dua sungai, Sungai Klawing dan Sungai Onje. Letak Sungai Klawing terlampau rendah sehingga cukup kesulitan untuk menaikkan airnya sampai ke sawahnya, sedang Sungai Onje juga termasuk sungai tadah hujan, jika kemarau terlalu panjang sungai menjadi kering.

Senin, 11 November 2019

MAKANAN BERIMAN

MAKANAN BERIMAN
Toto Endargo


Orang beriman perlu sehat. Untuk sehat perlu makanan. Jadi iman,sehat dan makanan harus bisa berjalan serasi. Orang beriman pasti ada kegiatan ibadah dengan berbagai aktivitas sesuai petunjuk-Nya. Untuk melaksanakan berbagai aktivitas itulah diperlukan kesehatan yang prima.

MENANTANG PERKARA

MENANTANG PERKARA
Toto Endargo

   
Menantang perkara. Kalimat untuk menyebut orang yang sengaja membuat dirinya berperkara, atau sengaja mengundang datangnya kesulitan. Kesulitan ada di bermacam perkara, salah satunya adalah kesulitan dalam hal kesehatan. Sulit sehat, sulit sembuh, sulit berobat, sulit beraktivitas, kesulitan-kesulitan yang diderita oleh orang yang sakit atau berpenyakit. Ironisnya kesulitan itu ada yang sengaja didatangkan, seakan siap untuk menderita. Contoh, banyak orang yang tidak suka banyak minum, sengaja minumnya hanya sedikit tiap hari, padahal tahu akan berisiko dengan ginjalnya, tapi tetap saja dilakukan. Menantang perkara!
Sedih!

Kamis, 17 Oktober 2019

BLATER DHUWUR

BLATER DHUWUR
Toto Endargo
   Blater adalah nama sebuah Desa di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Desa subur yang dialiri oleh dua buah sungai yaitu Sungai Jompo dan Sungai Ponggawa. Blater adalah nama yang baik karena dalam Bahasa Jawa kata “blater” berarti “ramah”, juga diterjemahkan sebagai “pandai bergaul”. Jika nama adalah doa maka kata “blater” menjadi sebuah nama dan doa yang baik bagi wilayah dan masyarakat Blater. Sifat keblateran akan membawa masyarakatnya untuk dapat meningkatkan diri di pergaulan yang lebih luas, meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, tentu saja muaranya membawa kemajuan bagi masyarakat Desa Blater.

Minggu, 13 Oktober 2019

DESA SLINGA KALIGONDANG

DESA SLINGA KALIGONDANG
Toto Endargo
Asal Usul Nama Slinga
Ada sebuah cerita kenapa desa ini diberi nama Slinga. Slinga konon awalnya adalah Si Linga, dari tiga kata: si adalah kata sandang, ling dari kata uling dan nga dari kata lenga. Uling adalah nama hewan sejenis belut namun wujudnya lebih besar (belut, sidat, pelus, uling/moa). Lenga atau minyak yang dimaksud disini adalah cairan yang keluar dari tubuh uling.
Desa Slinga memiliki tujuh wilayah dusun yaitu Slinga, Randegan, Siabang, Pegedongan, Pagedangan, Karangpetir dan Karanggandul. Nama Slinga diawali dari hadirnya seekor uling atau pelus besar, yang suatu hari diam-diam masuk ke dusun. Karena sangat laparnya ia pun mencari mangsa, dan, ya Allah, yang ditemuinya di sebuah rumah adalah seorang bayi. Segera saja sang.bayi diterkam dan dibawa merayap ke liang rumahnya di suatu tempat yang menjadi rumah si Uling.

BERHALA MAKANAN

BERHALA MAKANAN
Toto Endargo

Pada suatu kegiatan tibalah di saat  jam makan siang, nasi kotak sudah dibagikan. Terjadi dialog singkat berikut ini:
“Eh, kita sholat dulu, atau makan dulu”
“Sebaiknya makan dulu. Baru kita sholat!
“Lho, tidak salah? Alasannya?”
“Karena, makan sambil memikirkan bahwa kita belum sholat itu lebih bagus daripada saat kita sholat sambil memikirkan bahwa kita belum makan! Apalagi jika di sajadah ada gambar nasi kotak!”
“Hhmmm!”
Dalam dialog ini tergambar bahwa makanan sangat mempengaruhi perilaku kita sehari hari. Dalam Al Quran juga ada surat Al Maidah yang artinya hidangan atau makanan. Dan antara makan dan sholat, duluan mana? Tentu tergantung kadar iman masing-masing.