Rabu, 03 Desember 2014

Lagu PMR - Toto Endargo

Ketika Toto Endargo menyanyi PMR-an

DAFTAR LAGU PMR
  1. RELAWAN MUDA
  2. PEROKOK BUDIMAN
  3. PELAN TAPI PASTI
  4. NARKOBA, TIDAK!
  5. DITANAMKAN SEJAK MULA
  6. SELAMAT JALAN RELAWAN
  7. SALAM SIAMO
  8. LAMBANG PMR MADYA
  9. JAGALAH PANTAI DAN SUNGAI
  10. TRI BAKTI PMR
  11. BAKTI TIADA HENTI
  12. LAMBANG PILIHAN
  13. PUTRA-PUTRI PMR
  14. SATU LAMBANG
  15. MASANE MASUK SATU SEMESTA
  16. JIWA PALANG MERAH

Catatan:
Seluruh lagu sudah ada dalam bentuk mp3.
Lihat pula di http://pmrpendapalingga.blogspot.com/



Jumat, 28 November 2014

TUGU PERJUANGAN DI BLATER

TOEGOE JOEANG BLATER
Toto Endargo, S.IP

Toegoe Joeang Blater - 20 September 2010
Toegoe joeang Blater ini dulunya bersebelahan dengan rel kereta api. Rel dan kereta api adalah salah satu saksi bisu dahsyatnya perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan. Tak terkecuali di Bumi Purbalingga.
Tahun 1980-an kita masih mengenal dan menikmati ujud nyata stasiun Purbalingga. Walau kereta api sudah tidak aktif maksimal namun masih dapat dilihat ujud lokomotifnya. Lokomotif mesin uap yang punya tungku, membawa kayu bakar untuk menjerang air di ketel yang berbentuk silinder.
Proses mesin uap adalah memanfaatkan tenaga dorong dari uap air. Uap air ditampung hingga bertenaga dan mampu mendorong piston atau seher pada mesin. Piston bergerak maju mundur. Gerak piston yang maju-mundur ini digunakan untuk menggerakkan engkel, semacam tungkai yang dapat kita lihat pada setiap lokomotif kuno di sisi kanan-kiri, gerak maju-mundur inilah yang digunakan untuk memutar roda kereta. Jadi hubungan piston dengan roda adalah secara harmonis mengkonversi mekanisme gerak maju-mundur menjadi gerak putar.

Senin, 02 Juni 2014

Belajar Badheg

BELAJAR BADHEG
Oleh: Toto Endargo


Minggu, 2 Februari 1992

   Adalah Anifuddin Azis, seorang pelajar, kini berada di kamarnya ukuran tiga kali dua setengah meter. Ia merasa tak berbakat main sepakbola tapi ia suka bola, suka nonton bola baik di lapangan maupun –tentu saja – di TV. Tahun 1992 adalah tahun luncuran kesebelasan Jerman, setelah tahun 1990 Jerman Barat, sebagai juara dunia.

   Sangat wajar di kamar Anifuddin Azis terpampang poster kesebelasan Jerman, dari yang jongkok bareng sampai yang satu-satu. Lothar Matthaus sebagai kapten, Franz Beckenbauer sang pelatih, Bodo Illeger sebagai penjaga gawang, Jugler Klisman, Rudi Voller yang bermain ludah dengan Frans Rikarj gelandang Belanda sehingga keduanya dikartu merah, adalah poster yang harus ada di dinding kamarnya. Poster adalah bagian dari dunia remaja.

Kamis, 08 Mei 2014

GAJAH DI CIREBON

Catatan dari Cirebon 4

GAJAH DI CIREBON
Toto Endargo

Ganesha, liman, gajah, dan ghana adalah hal yang merujuk pada bentuk yang hampir sama, yaitu sama-sama memiliki belalai. Liman adalah nama lain dari gajah, hewan berbelalai. Ghana dan Ganesha adalah nama dewa yang memiliki wajah gajah, wajahnya berbelalai.
Di Keraton Cirebon ternyata liman atau gajah memiliki kedudukan khusus. Liman ada dalam bentuk lukisan, gambar dan ukiran. Dapat ditemukan dengan mudah di Keraton Kanoman maupun Keraton Kasepuhan Cirebon.

Selasa, 06 Mei 2014

Menangkap Spiderman


Menangkap Spiderman
Oleh: Toto Endargo

SMP Negeri 2 Purbalingga.
   Bu Nana menatap tembok di dekat gudang sekolah. Ia heran! Ada bekas telapak sepatu menempel di dinding, seperti tapak sepatu orang yang berjalan di tembok itu. Tapak sepatu itu berawal dari tembok dan berakhir di langit-langit.
“Siapa yang berjalan merayap di dinding sekolah, bahkan sampai ke langit-langit? Mungkinkah Spiderman mampir ke sekolah kami?” pertanyaan yang muncul seketika di benak Bu Nana.
Spiderman tentu mengawalinya dengan berjalan di tembok, badannya telentang menghadap ke atas. Kemudian ia berjalan nungging dengan kaki di atas sehingga telapak kakinya menempel di langit-langit dan kepalanya berada di bawah. Jika dilihat dari bekas tapak sepatunya, mungkin begitulah Spiderman ini berjalan.

Rabu, 23 April 2014

Kenapa Jadi Begini?

Cerita Remaja

KENAPA JADI BEGINI?
Oleh: Pagu Rutoto

Hari Selasa Pahing, 7 Maret 2000
Perpustakaan SMP Negeri 2 Purbalingga.
“Kenapa jadi begini?” gumam Argo perlahan. Ditundukkannya mukanya. Ia sandarkan tubuhnya ke salah satu tiang penyangga serambi ruang perpustakaan, dekat kotak Majalah Dinding. Pikirannya kacau. Antara menyesal, kesal, dan ingin menangis. Tiga perasaan berbaur menjadi satu dalam pikiran dan hatinya. Kecewa dan nelangsa. Ia telah dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna, sesuatu yang tidak berharga oleh seorang gadis. Dita! Kenyataan pahit telah menimpanya siang ini.
Argo Widyaseta, anak kelas tiga yang pikirannya sedang pepat ini berjalan perlahan. Pulang! Ia ingin sendiri.

Minggu, 20 April 2014

KARANG - MACAN DI CIREBON

Catatan dari Cirebon 3

BATU KARANG DAN MACAN
Toto Endargo

Batu karang ada yang berwarna putih, yang banyak berserakan di tepi pantai. Asalnya dari dasar laut. Namanya hanya satu  Batu Karang.
Lalu ada lagi batu karang yang ada di daratan berwarna kehitaman, disebut watu kodhok, atau watu bangkong. Bangkong atau katak puru adalah katak yang hidupnya di daratan. Bangkong suka bermukim di antara tumpukan batu karang hitam ini. Maka batu ini disebut "watu bangkong", batu tempat bangkong bermukim. 
Watu bangkong ujudnya; padat, kasar, dapat melukai tangan, ada yang runcing, kuat, cenderung besar-besar, dan berlubang-lubang. 

Selasa, 15 April 2014

OKTAGONAL DI CIREBON

 Catatan dari Cirebon 2

BINTANG SEGI DELAPAN
Toto Endargo

Tertarik pada sebuah sudut bangunan kuno adalah salah satu langkah untuk menikmati karya seni, hasil budaya nenek moyang kita. Hal yang mengasyikan. Dengan fasilitas teknologi, bahan, dan alat yang pasti masih sangat terbatas namun dapat menghasilkan karya seni yang mengagumkan.
Karena ke keraton maka yang dilihat adalah bangunan istana, rumah kediaman raja. Bangunan megah di Jawa cenderung disebut sebagai “rumah tikelan” artinya pada bangunan tersebut terdapat pemasangan balok kayu yang bertingkat (tikel=tingkat). Umum mengenal rumah tikelan adalah bentuk joglo.

Minggu, 13 April 2014

MEGA DI CIREBON

Catatan dari Cirebon 1

MOTIF MEGA DI CIREBON
Toto Endargo

Alam memberi inspirasi kepada manusia untuk membuat karya seni rupa dengan motif-motif yang khas. Awan di langit biru dituangkan dalam lukisan bahkan ukiran dan relief. 
  Motif awan atau mega sangat populer di Cirebon. Dapat dikatakan motif mega sejak dahulu menjadi ciri khas, identitas Cirebon. Motif awan Cirebon berbeda dengan motif awan dari China. Motif awan dari Tiongkok tekukan garisnya membentuk sudut 90 derajat. Perhatikan keberadaan motif mega yang ada di beberapa tempat berikut ini;

Di Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan Cirebon atau Keraton Pakungwati, dari sinilah mungkin cikal bakal motif awan menjadi identitas Kota Cirebon. 
Keraton sebagai pusat pemerintahan, pusat budaya, pusat adat istiadat, maka wajar menjadi sumber inspirasi bagi rakyatnya para seniman. Perhatikan puncak gapura di depan pendapa, relief hiasan di atap Keraton, nyata dihias dengan motif awan khas Cirebon. Bahkan di pangkal pilar gapura dihias motif awan pula. Jika keraton ini dibangun pada sekitar tahun 1452 M maka sudah sekitar enam abad keberadaan motif awan di Keraton Kasepuhan Cirebon ini.

Kamis, 20 Maret 2014

AJA TURU SORE, KAKI!

Asmarandana
Waljinah - Kembang Kacang

Aja Turu Sore, Kaki!
Ana dewa langlang jagad;
nyangking bokor kencanane;
isine donga tetulak,
sandhang lawan pangan;
yaiku bagianipun,
wong melek, sabar, narima



Klik ke : Aja Turu Sore, Kaki!