Rabu, 04 Februari 2015

PAMALI

PAMALI
Toto Endargo
PETA WILAYAH YANG UNIK,
MEMILIKI LINGKARAN PAMALI

( totoendargo )

   Pamali atau pemali adalah bahasa Jawa, bahasa Banyumasnya “ila-ila” bahasa Indonesianya “tabu” artinya; hal yang dilarang, perbuatan yang tidak diperbolehkan. Setiap pamali ada sebab-musababnya, pamali umumnya adalah ekses dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan. Pamali berkecenderungan memiliki semacam “asbabun nuzul” yaitu peristiwa yang melatar-belakangi hadirnya pamali.
   Dalam kehidupan sehari-hari ada istilah “ora ilok” ada yang menyebutnya “ora elok”, artinya tidak bagus, tidak baik atau tidak pantas. Istilah “ora ilok” ini juga berupa larangan namun berbeda dengan pamali. Ora ilok adalah larangan terhadap perbuatan yang bisa mencelakakan diri sendiri, orang lain atau hal yang tak pantas dipandang secara norma kesopanan atau norma kesusilaan. Dapat dikatakan “ora ilok” berlaku secara universal, berlaku di sembarang tempat!
Contoh: "Ora ilok! Aja njagong neng ngarep lawang!". Artinya: "Tidak baik! Jangan duduk di depan pintu!"
Duduk di depan pintu jelas tidak bagus! Kenapa? Pertama mengganggu kalau ada orang lewat. Kedua kalau ada orang membawa barang misal nampan, jika tidak tahu dan tidak dilihatnya ada orang di depan pintu, maka pembawa nampan akan tersandung dan isi nampan bisa tumpah mengenai kepala orang yang duduk di depan pintu itu. Lagian orang duduk di depan pintu bisa terkena masuk angin, karena pintu adalah tempat keluar masuknya angin dari dan ke dalam rumah, sehingga angin di pintu akan berhembus lebih kencang.

Minggu, 25 Januari 2015

KALIGENTENG KANDANGBOLONG

KALIGENTENG KANDANGBOLONG
Toto Endargo
  
PETA JELAJAH RADEN KALIGENTENG
- totoendargo -
   Raden Kaligenteng adalah nama seorang tokoh kontroversial yang lahir di tlatah Purbalingga. Raden Kaligenteng dan Kali Pelus di Sokaraja adalah dua nama yang sangat berhubungan dalam cerita Babad Purbalingga - Sokaraja. 
   Kaligenteng bukan nama sungai tapi nama seorang pemuda sakti dari tlatah Purbalingga. Dalam cerita ini minimal ada tiga wilayah yang berada di tiga kabupaten yang perlu disebut dalam hubungannya dengan Raden Kaligenteng yaitu Purbalingga, Sokaraja, dan Watukumpul.
   Kisah antara keturunan dua orang bersaudara yang sama-sama memimpin sebuah wilayah tanah perdikan, dalam cerita tutur wilayah kekuasaan walaupun tidak teramat luas lazim disebut sebagai kadipaten. Saudara yang tua bernama Ki Jebugkusuma menjadi adipati di Sokaraja, dan yang muda bernama Ki Kertabangsa menjadi adipati di Bangsakerta, masuk wilayah Purbalingga.

Senin, 29 Desember 2014

PERTEMPURAN DI BLATER

Pertempuran di Blater
Toto Endargo
Pro - Contra Linggarjati
Wim Schermerhorn - Lord Killear - Sutan Syahrir
   Perjanjian Linggarjati atau Perundingan Linggarjati atau ada yang menyebutnya Persetujuan Linggarjati isinya ternyata telah ditanggapi berbagai pihak dengan berbagai macam tafsiran. 
   Mengenai isi perjanjian tersebut, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Beberapa partai yang mempunyai lasykar, pasukan pejuang bersenjata menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia. Sementara pemerintah menginginkan perjanjian ini harus disetujui dan dipatuhi.
Poster: Hindatkanlah Perang Saudara!
   Betapa memprihatinkannya keadaan saat itu hingga ada sebuah poster yang ditempel di Gedung Perundingan Linggarjati. Gedung yang berada di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kuningan dan terletak di kaki Gunung Ceremai. Bunyinya adalah himbauan agar rakyat Indonesia tetap tenang, tetap damai;  
"Samboetlah Naskah Persetoedjoean Dengan Tenang. Pro atau Contra, Tetap Bersatoe. Hindarkanlah Perang Saudara!"

Terbentuknya Tentara Nasional Indonesia
   Kontroversinya hasil Perundingan Linggarjati menjadikan Presiden RI pada tanggal 5 Mei 1947 membentuk satu panitia yang “untuk dalam waktu sesingkat-singkatnya mempersatukan Tentara Republik Indonesia dan Lasykar-lasykar menjadi satu organisasi tentara”. Beda tafsir terhadap isi Perundingan Linggarjati sangat dikhawatirkan masing-masing pihak akan mbalelo dan berjalan sendiri-sendiri. Bahkan bisa menjadi pemicu timbulnya perang saudara!

Minggu, 28 Desember 2014

JENAR BITHING BINTANG JASA

Jenar Bithing Bintang Jasa
Toto Endargo

   Tulisan ini sekedar catatan dari kisah yang termuat di dalam cerita yang melibatkan Purbalingga. Kadang ditulis dengan penuh kebanggaan karena menceritakan perjuangan bersenjata. 
   Ada tiga cerita yang terangkai dalam judul tulisan ini. Jenar Bithing Bintang Jasa. 
  1. Jenar dari kata Perang Jenar, yaitu perang yang terjadi di sekitar Sungai Bogowonto, Purworejo sekitar tahun 1749 - 1755. 
  2. Bithing dari kata Perang Bithing, perang yang terjadi sekitar tahun 1825-1830. 
  3. Bintang jasa adalah sebutan untuk medali penghargaan yang diberikan oleh Belanda kepada Bupati Purbalingga yang berkuasa tahun 1899- 1925. 

Rabu, 03 Desember 2014

Lagu PMR - Toto Endargo




DAFTAR LAGU PMR
  1. RELAWAN MUDA
  2. PEROKOK BUDIMAN
  3. PELAN TAPI PASTI
  4. NARKOBA, TIDAK!
  5. DITANAMKAN SEJAK MULA
  6. SELAMAT JALAN RELAWAN
  7. SALAM SIAMO
  8. LAMBANG PMR MADYA
  9. JAGALAH PANTAI DAN SUNGAI
  10. TRI BAKTI PMR
  11. BAKTI TIADA HENTI
  12. LAMBANG PILIHAN
  13. PUTRA-PUTRI PMR
  14. SATU LAMBANG
  15. MASANE MASUK SATU SEMESTA
  16. JIWA PALANG MERAH

Catatan:
Seluruh lagu sudah pernah dinyanyikan dalam kegiatan PMR.
Klik menuju lagu: Bakti Tiada Henti


1.      RELAWAN MUDA
Lirik dan Lagu
oleh: Toto Endargo, S.IP

Am                                    Em                    Am
Mantap tekad di dalam dada, Relawan Muda
Dm                                  Am                     Am
Pantang surut di dalam cita, Relawan Muda
Em                    Am
S'lalu berkarya, Relawan Muda
Am                             G                                          Am
Maju berderap, tangguh dan tanggap, Relawan Muda
Am                             G                                      Am
Walau terbuncang, terus berjuang, Relawan Muda


Jumat, 28 November 2014

TUGU PERJUANGAN DI BLATER

TOEGOE JOEANG BLATER
Toto Endargo, S.IP

Toegoe Joeang Blater - 20 September 2010
Toegoe Joeang Blater ini dulunya bersebelahan dengan rel kereta api. 
Stasiun Kandanggampang
 Rel dan kereta api adalah salah satu saksi bisu dahsyatnya perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan. Tak terkecuali di Bumi Purbalingga.
Tahun 1980-an kita masih mengenal dan menikmati ujud nyata stasiun Purbalingga. Walau kereta api sudah tidak aktif maksimal namun masih dapat dilihat ujud lokomotifnya. Lokomotif mesin uap yang punya tungku, membawa kayu bakar untuk menjerang air di ketel yang berbentuk silinder.
Proses mesin uap adalah memanfaatkan tenaga dorong dari uap air. Uap air ditampung hingga bertenaga dan mampu mendorong piston atau seher pada mesin. Piston bergerak maju mundur. Gerak piston yang maju-mundur ini digunakan untuk menggerakkan engkel, semacam tungkai yang dapat kita lihat pada setiap lokomotif kuno di sisi kanan-kiri, gerak maju-mundur inilah yang digunakan untuk memutar roda kereta. Jadi hubungan piston dengan roda adalah secara harmonis mengkonversi mekanisme gerak maju-mundur menjadi gerak putar.

Senin, 02 Juni 2014

Belajar Badheg

BELAJAR BADHEG
Oleh: Toto Endargo


Minggu, 2 Februari 1992

   Adalah Anifuddin Azis, seorang pelajar, kini berada di kamarnya ukuran tiga kali dua setengah meter. Ia merasa tak berbakat main sepakbola tapi ia suka bola, suka nonton bola baik di lapangan maupun –tentu saja – di TV. Tahun 1992 adalah tahun luncuran kesebelasan Jerman, setelah tahun 1990 Jerman Barat, sebagai juara dunia.

   Sangat wajar di kamar Anifuddin Azis terpampang poster kesebelasan Jerman, dari yang jongkok bareng sampai yang satu-satu. Lothar Matthaus sebagai kapten, Franz Beckenbauer sang pelatih, Bodo Illeger sebagai penjaga gawang, Jugler Klisman, Rudi Voller yang bermain ludah dengan Frans Rikarj gelandang Belanda sehingga keduanya dikartu merah, adalah poster yang harus ada di dinding kamarnya. Poster adalah bagian dari dunia remaja.

Kamis, 08 Mei 2014

GAJAH DI CIREBON

Catatan dari Cirebon 4

GAJAH DI CIREBON
Toto Endargo

Ganesha, liman, gajah, dan ghana adalah hal yang merujuk pada bentuk yang hampir sama, yaitu sama-sama memiliki belalai. Liman adalah nama lain dari gajah, hewan berbelalai. Ghana dan Ganesha adalah nama dewa yang memiliki wajah gajah, wajahnya berbelalai.
Di Keraton Cirebon ternyata liman atau gajah memiliki kedudukan khusus. Liman ada dalam bentuk lukisan, gambar dan ukiran. Dapat ditemukan dengan mudah di Keraton Kanoman maupun Keraton Kasepuhan Cirebon.

Selasa, 06 Mei 2014

Menangkap Spiderman


Menangkap Spiderman
Oleh: Toto Endargo

SMP Negeri 2 Purbalingga.
   Bu Nana menatap tembok di dekat gudang sekolah. Ia heran! Ada bekas telapak sepatu menempel di dinding, seperti tapak sepatu orang yang berjalan di tembok itu. Tapak sepatu itu berawal dari tembok dan berakhir di langit-langit.
“Siapa yang berjalan merayap di dinding sekolah, bahkan sampai ke langit-langit? Mungkinkah Spiderman mampir ke sekolah kami?” pertanyaan yang muncul seketika di benak Bu Nana.
Spiderman tentu mengawalinya dengan berjalan di tembok, badannya telentang menghadap ke atas. Kemudian ia berjalan nungging dengan kaki di atas sehingga telapak kakinya menempel di langit-langit dan kepalanya berada di bawah. Jika dilihat dari bekas tapak sepatunya, mungkin begitulah Spiderman ini berjalan.

Rabu, 23 April 2014

Kenapa Jadi Begini?

Cerita Remaja

KENAPA JADI BEGINI?
Oleh: Pagu Rutoto

Hari Selasa Pahing, 7 Maret 2000
Perpustakaan SMP Negeri 2 Purbalingga.
“Kenapa jadi begini?” gumam Argo perlahan. Ditundukkannya mukanya. Ia sandarkan tubuhnya ke salah satu tiang penyangga serambi ruang perpustakaan, dekat kotak Majalah Dinding. Pikirannya kacau. Antara menyesal, kesal, dan ingin menangis. Tiga perasaan berbaur menjadi satu dalam pikiran dan hatinya. Kecewa dan nelangsa. Ia telah dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna, sesuatu yang tidak berharga oleh seorang gadis. Dita! Kenyataan pahit telah menimpanya siang ini.
Argo Widyaseta, anak kelas tiga yang pikirannya sedang pepat ini berjalan perlahan. Pulang! Ia ingin sendiri.