Selasa, 05 Mei 2015

GUNUNG KELIR, PUNTHUK SI KEMBAR

Gunung Kelir, Punthuk Si Kembar
Toto Endargo

GUNUNG KELIR, PUNTHUK SI KEMBAR
  Berbagi sedikit cerita ketika saya bersama Alumni 2004/2005 mendaki bukit di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga.
   Desa Serang lebih dikenal dengan kebun strowberynya dibandingkan dengan tempat wisata-barunya. Tempat wisata ini adalah hasil swasembada penduduk desa untuk membangun sebuah tempat wisata alam dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di Desa Serang dan sekitarnya. Tempat wisata baru ini diberi nama Lembah Asri.
  Menjadi lebih menarik sebab sesungguhnya Desa Serang, Desa Bambangan dan Desa Kutabawa adalah tiga nama desa yang sering disebut dalam hubungannya dengan pendakian Gunung Slamet. Ketiga desa ini dianggap sebagai desa-desa terakhir, home base untuk para pendaki sebelum naik ke Gunung Slamet. 
  Desa Serang terletak pada ketinggian sekitar seribu seratus meter di atas permukaan laut, wilayah yang sudah dapat disebut sebagai daerah dataran tinggi. Desa Serang memiliki iklim pegunungan yang sejuk, polusi udara nyaris tidak terasa, sehingga terasa nyaman dan menyegarkan.

Rabu, 04 Februari 2015

PAMALI

PAMALI
Toto Endargo
PETA WILAYAH YANG UNIK,
MEMILIKI LINGKARAN PAMALI

( totoendargo )

   Pamali atau pemali adalah bahasa Jawa, bahasa Banyumasnya “ila-ila” bahasa Indonesianya “tabu” artinya; hal yang dilarang, perbuatan yang tidak diperbolehkan. Setiap pamali ada sebab-musababnya, pamali umumnya adalah ekses dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan. Pamali berkecenderungan memiliki semacam “asbabun nuzul” yaitu peristiwa yang melatar-belakangi hadirnya pamali.
   Dalam kehidupan sehari-hari ada istilah “ora ilok” ada yang menyebutnya “ora elok”, artinya tidak bagus, tidak baik atau tidak pantas. Istilah “ora ilok” ini juga berupa larangan namun berbeda dengan pamali. Ora ilok adalah larangan terhadap perbuatan yang bisa mencelakakan diri sendiri, orang lain atau hal yang tak pantas dipandang secara norma kesopanan atau norma kesusilaan. Dapat dikatakan “ora ilok” berlaku secara universal, berlaku di sembarang tempat!
Contoh: "Ora ilok! Aja njagong neng ngarep lawang!". Artinya: "Tidak baik! Jangan duduk di depan pintu!"
Duduk di depan pintu jelas tidak bagus! Kenapa? Pertama mengganggu kalau ada orang lewat. Kedua kalau ada orang membawa barang misal nampan, jika tidak tahu dan tidak dilihatnya ada orang di depan pintu, maka pembawa nampan akan tersandung dan isi nampan bisa tumpah mengenai kepala orang yang duduk di depan pintu itu. Lagian orang duduk di depan pintu bisa terkena masuk angin, karena pintu adalah tempat keluar masuknya angin dari dan ke dalam rumah, sehingga angin di pintu akan berhembus lebih kencang.